Demokrat hargai keputusan JK tolak ikut konvensi
Rabu, 28 Agustus 2013 - 16:12 WIB
Demokrat hargai keputusan JK tolak ikut konvensi
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrat menghormati keputusan politikus senior Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) yang menolak untuk ikut konvensi semi terbuka partai berlambang bintang segitiga itu.
"Itu hak pribadi masing-masing Pak JK," kata Anggota Dewan Pembina Demokrat, Melani Leimena Suharli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Melani pun merasa wajar jika Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu beralasan tak mau ikut konvensi lantaran pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
"Kan merasa enggak enak karena pernah menjadi ketum partai besar dan tidak ikut konvensi dan hak pribadi masing-masing," tuntasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Komite Konvensi Partai Demokrat sudah mengundang JK untuk mengikuti konvensi penjaringan capres Partai Demokrat. Namun, usaha Komite Konvensi itu sia-sia.
Sekretaris Komite Konvensi, Suaidi Marasabessy mengatakan, pihaknya menghormati keputusan JK untuk tidak ikut konvensi, mengingat JK termasuk salah satu petinggi Partai Golkar.
"Beliau pernah jadi Ketum Golkar, sedangkan kalau ikut konvensi lalu menang, ada di jabatan struktural partai lain. Pada saat terpilih dia harus jadi kader, jadi kita hormati (penolakan JK)," kata Suadi kepada wartawan di Wisma Kodel, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Diakui Suaidi, undangan untuk ikut konvensi belum diberikan kepada mantan Ketua Umum Partai Golkar itu. Menurutnya, selama ini pendekatan oleh Komite Konvensi dilakukan secara non formal."Ya tidak resmi (disampaikan), karena pendektan non formal tadi malam Pak Maftuh dan Pak Ruki, saya menerima informasi demikian," tukasnya.
Seperti diketahui, peserta konvensi yang keluar jadi pemenang dan menjadi Capres Partai Demokrat maka harus menjadi kader partai berlambang segitiga ini. Suaidi menduga hal itu yang membuat JK tidak mau ikut konvensi.
"Karena pernah jadi ketum (Golkar) ada kode etik kalau dia capres, dia (JK) harus jadi kader Demokrat, mungkin itu," tuntasnya.
"Itu hak pribadi masing-masing Pak JK," kata Anggota Dewan Pembina Demokrat, Melani Leimena Suharli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Melani pun merasa wajar jika Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu beralasan tak mau ikut konvensi lantaran pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
"Kan merasa enggak enak karena pernah menjadi ketum partai besar dan tidak ikut konvensi dan hak pribadi masing-masing," tuntasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Komite Konvensi Partai Demokrat sudah mengundang JK untuk mengikuti konvensi penjaringan capres Partai Demokrat. Namun, usaha Komite Konvensi itu sia-sia.
Sekretaris Komite Konvensi, Suaidi Marasabessy mengatakan, pihaknya menghormati keputusan JK untuk tidak ikut konvensi, mengingat JK termasuk salah satu petinggi Partai Golkar.
"Beliau pernah jadi Ketum Golkar, sedangkan kalau ikut konvensi lalu menang, ada di jabatan struktural partai lain. Pada saat terpilih dia harus jadi kader, jadi kita hormati (penolakan JK)," kata Suadi kepada wartawan di Wisma Kodel, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Diakui Suaidi, undangan untuk ikut konvensi belum diberikan kepada mantan Ketua Umum Partai Golkar itu. Menurutnya, selama ini pendekatan oleh Komite Konvensi dilakukan secara non formal."Ya tidak resmi (disampaikan), karena pendektan non formal tadi malam Pak Maftuh dan Pak Ruki, saya menerima informasi demikian," tukasnya.
Seperti diketahui, peserta konvensi yang keluar jadi pemenang dan menjadi Capres Partai Demokrat maka harus menjadi kader partai berlambang segitiga ini. Suaidi menduga hal itu yang membuat JK tidak mau ikut konvensi.
"Karena pernah jadi ketum (Golkar) ada kode etik kalau dia capres, dia (JK) harus jadi kader Demokrat, mungkin itu," tuntasnya.
(kri)