Diperiksa KPK 10 jam, politikus Golkar ditanya soal PON
Senin, 26 Agustus 2013 - 22:21 WIB
Diperiksa KPK 10 jam, politikus Golkar ditanya soal PON
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi X DPR Kahar Muzakir dicecar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal pembahasan penambahan anggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012 dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012.
"Pokoknya saya cuma ditanya penganggaran. Penganggaran PON itu. Cuma sampai disitu saja,(anggaran) yang tahun 2012. Kan penganggaran PON itu yang dibahas tahun 2011 saja. Lainnya tidak ada," kata Kahar usai menjalani pemeriksaan lebih dari 10 jam, di depan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/8/13) malam.
Dikonfimasi soal aliran uang Rp9 miliar ke DPR terkait penambahan Rp290 miliar untuk PON Riau, dia mengaku tidak mengetahuinya dan membantah menerimanya.
"Wah saya enggak tahu (dana) itu. Enggak ada itu. Pokoknya (saya ditanya) soal penganggaran itu saja. Surat-surat penganggaran apa aja, itu saja," ungkap politikus Partai Golkar itu.
Dikonfirmasi soal keterlibatan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR sekaligus Bendahara Umum Partai Golkar, Setya Novanto dalam kasus ini, Kahar mengklaim tidak ada hubungannya. "Enggak ada urusan sama Setya Novanto ini. Urusannya dengan Pak Rusli Zainal," tandasnya sambil menaiki mobil Nissan silver B 1937 SOG.
"Pokoknya saya cuma ditanya penganggaran. Penganggaran PON itu. Cuma sampai disitu saja,(anggaran) yang tahun 2012. Kan penganggaran PON itu yang dibahas tahun 2011 saja. Lainnya tidak ada," kata Kahar usai menjalani pemeriksaan lebih dari 10 jam, di depan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/8/13) malam.
Dikonfimasi soal aliran uang Rp9 miliar ke DPR terkait penambahan Rp290 miliar untuk PON Riau, dia mengaku tidak mengetahuinya dan membantah menerimanya.
"Wah saya enggak tahu (dana) itu. Enggak ada itu. Pokoknya (saya ditanya) soal penganggaran itu saja. Surat-surat penganggaran apa aja, itu saja," ungkap politikus Partai Golkar itu.
Dikonfirmasi soal keterlibatan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR sekaligus Bendahara Umum Partai Golkar, Setya Novanto dalam kasus ini, Kahar mengklaim tidak ada hubungannya. "Enggak ada urusan sama Setya Novanto ini. Urusannya dengan Pak Rusli Zainal," tandasnya sambil menaiki mobil Nissan silver B 1937 SOG.
(maf)