Lagi, KPK periksa Kahar Muzakir

Senin, 26 Agustus 2013 - 08:52 WIB
Lagi, KPK periksa Kahar...
Lagi, KPK periksa Kahar Muzakir
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa anggota Komisi X DPR Fraksi Partai Golkar, Kahar Muzakir sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan revisi Perda No 6/2010 PON Riau 2012.

Kahar rencananya diperiksa untuk tersangka Gubernur Riau, M Rusli Zainal. Pemeriksaan kali ini merupakan pemeriksaan keduanya untuk Rusli. Sebelumnya Kahar pernah diperiksa pada 27 Maret 2013 untuk Rusli. Kahar juga pernah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lain yakni Lukman Abbas.

Kuasa hukum Partai Golkar, Rudy Alfonso menyatakan, pemeriksaan untuk Kahar merupakan rangkaian dari pemeriksaan sebelumnya. Menurutnya, kasus Rusli Zainal merupakan lanjutan atau pengembangan dari Lukman Abbas.

"Jadi semua saksi Lukman Abbas otomatis menjadi saksi Rusli Zainal. Keterangan yang diberikan tentunya tidak akan berbeda jauh. Jadi hari ini Pak Kahar diperiksa untuk saksi Pak Rusli," kata Rudy, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (26/8/13).

Rudy menegaskan, Kahar tidak pernah menerima uang apapun dari Lukman seperti yang pernah diungkapkannya. Dia menjelaskan, Kahar mengatakan bahwa tidak ada anggaran untuk PON Riau sebagaimana diusulkan oleh Lukman Abbas dan Pemprov Riau kepada Kemenpora dari APBN.

Dia menyatakan, pernyataan Lukman soal pemberian uang kepada kliennya tidak terbukti. Pasalnya, Kahar memang tidak pernah menerima uang itu seperti yang diungkapkan Lukman sebelumnya.

"Lukman menerima uang itu terbukti tetapi dia kemanakan uang itu, hanya dia sendiri yang tahu, tanyakan saja sama dia. Karena sampai saat ini tidak ada uang itu diterima oleh klien saya," ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam persidangan Lukman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru pun terungkap jika tidak pernah ada realisasi dari permintaan penambahan angaaran PON Riau sebesar Rp290 Miliar, yang diajukan oleh Gubernur Riau M Rusli Zainal.

"Jadi agak tidak logis Lukman Abbas menyuap untuk sesuatu yang tidak ada. Ini sangat aneh sekali" tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Dugaan Korupsi SPPD...
Dugaan Korupsi SPPD Fiktif DPRD Riau Naik Penyidikan setelah Eks Pj Walkot Pekanbaru Diperiksa
Rugikan Negara Rp1,1...
Rugikan Negara Rp1,1 Miliar, Pejabat Bank BUMD Riau Ditahan
Kalahkan Kepulauan Riau,...
Kalahkan Kepulauan Riau, Papua Tembus Semifinal Futsal PON XX Papua
Geledah Kantor Gubernur...
Geledah Kantor Gubernur Riau, KPK Sita Dokumen Anggaran Pemprov
KPK Tahan Ajudan Gubernur...
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Abdul Wahid usai Diperiksa sebagai Tersangka
Lahan 1.206 Meter dan...
Lahan 1.206 Meter dan 11 Homestay di Harau Disita Terkait Kasus Korupsi SPPD Fiktif DPRD Riau
Berita Terkini
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved