Anas dianggap salah karena jadikan Demokrat partai modern
Jum'at, 23 Agustus 2013 - 16:06 WIB
Anas dianggap salah karena jadikan Demokrat partai modern
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum semula ingin membangun partainya sebagai partai politik modern, namun hal itu kandas setelah mengundurkan diri dari jabatannya.
Mantan Sekretaris Departemen Agama DPP Partai Demokrat, Mamun Murod Al-Barbasy mengatakan, itu adalah kesalahan Anas hingga akhirnya terpaksa mengundurkan diri.
"Kesalahan Anas di Partai Demokrat karena ingin bangun partai modern. Sedangkan yang di sana (Cikeas) mau jadi partai keluarga," kata Mamun dalam peluncuran bukunya berjudul "Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2013).
Partai modern yang ingin dibangun alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini adalah menjadikan partai berlambang bintang segitiga itu sebagai partai anak muda. "Modern yang dimaksud Anas Urbaningrum adalah 76 persen pengurus Demokrat anak muda," lanjutnya.
Sebelumnya, ia juga menyebut hingga kini mantan partainya tidak bertambah baik pasca mundurnya Anas Urbaningrum sebagai ketua umum.
"Pelengseran Anas sesungguhnya kerugian buat Demokrat. Setelah Anas turun suasana internal Demokrat bukan tambah baik. Bendahara umum telah mengundurkan diri," imbuhnya.
Lanjut dia, usai Anas mundur posisi politik partai yang diketuai oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini disebutkan tidak jelas. "Kesalahan lainnya ketika Anas mundur karena terkait posisi politik tidak jelas," tegasnya.
Mamun juga mengatakan, Demokrat sejatinya banyak terbantukan dengan pola pemikiran tokoh muda yang dianggap loyalis Anas. "Yang ngomong agak cerdas adalah pasukan Anas, Gede Pasek, Carrel, Saan," terangnya.
Mantan Sekretaris Departemen Agama DPP Partai Demokrat, Mamun Murod Al-Barbasy mengatakan, itu adalah kesalahan Anas hingga akhirnya terpaksa mengundurkan diri.
"Kesalahan Anas di Partai Demokrat karena ingin bangun partai modern. Sedangkan yang di sana (Cikeas) mau jadi partai keluarga," kata Mamun dalam peluncuran bukunya berjudul "Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2013).
Partai modern yang ingin dibangun alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini adalah menjadikan partai berlambang bintang segitiga itu sebagai partai anak muda. "Modern yang dimaksud Anas Urbaningrum adalah 76 persen pengurus Demokrat anak muda," lanjutnya.
Sebelumnya, ia juga menyebut hingga kini mantan partainya tidak bertambah baik pasca mundurnya Anas Urbaningrum sebagai ketua umum.
"Pelengseran Anas sesungguhnya kerugian buat Demokrat. Setelah Anas turun suasana internal Demokrat bukan tambah baik. Bendahara umum telah mengundurkan diri," imbuhnya.
Lanjut dia, usai Anas mundur posisi politik partai yang diketuai oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini disebutkan tidak jelas. "Kesalahan lainnya ketika Anas mundur karena terkait posisi politik tidak jelas," tegasnya.
Mamun juga mengatakan, Demokrat sejatinya banyak terbantukan dengan pola pemikiran tokoh muda yang dianggap loyalis Anas. "Yang ngomong agak cerdas adalah pasukan Anas, Gede Pasek, Carrel, Saan," terangnya.
(kri)