Pasca Anas mundur, Demokrat tidak lebih baik
Jum'at, 23 Agustus 2013 - 15:24 WIB
Pasca Anas mundur, Demokrat tidak lebih baik
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Sekretaris Departemen Agama DPP Partai Demokrat, Ma'mun Murod Al-Barbasy menyebut, hingga kini Partai Demokrat tidak bertambah baik pasca mundurnya Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum.
"Lengsernya Anas sesungguhnya kerugian buat Demokrat. Setelah Anas turun, kondisi internal Demokrat bukan tambah baik," kata Ma'mun dalam peluncuran bukunya berjudul "Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2013).
Dia juga menilai, usai Anas mundur posisi politik partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono ini semakin tidak jelas. "Kesalahan lainnya ketika Anas mundur, karena terkait posisi politik tidak jelas," tegasnya.
Ma'mun mengatakan, Partai Demokrat sejatinya banyak terbantukan dengan pola pemikiran tokoh muda yang dianggap loyalis Anas. "Yang ngomong agak cerdas adalah pasukan Anas, Gede Pasek, Carrel dan Saan," terangnya.
Ia menegaskan pasca mundurnya Anas, hingga kini Partai Demokrat belum menemukan figur pemimpin cerdas. "Dan kami bisa lihat, kedepan pada kongres Partai Demokrat tidak menemukan figur untuk Ketua Umum. Anas Urbaningrum cerdas dibanding ketua umum partai lainnya. Ketika penghentian Anas, dia tidak mempersiapkan apa-apa. Ini cerdas bawaan. Ini kerugian besar Partai Demokrat," pungkasnya.
"Lengsernya Anas sesungguhnya kerugian buat Demokrat. Setelah Anas turun, kondisi internal Demokrat bukan tambah baik," kata Ma'mun dalam peluncuran bukunya berjudul "Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2013).
Dia juga menilai, usai Anas mundur posisi politik partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono ini semakin tidak jelas. "Kesalahan lainnya ketika Anas mundur, karena terkait posisi politik tidak jelas," tegasnya.
Ma'mun mengatakan, Partai Demokrat sejatinya banyak terbantukan dengan pola pemikiran tokoh muda yang dianggap loyalis Anas. "Yang ngomong agak cerdas adalah pasukan Anas, Gede Pasek, Carrel dan Saan," terangnya.
Ia menegaskan pasca mundurnya Anas, hingga kini Partai Demokrat belum menemukan figur pemimpin cerdas. "Dan kami bisa lihat, kedepan pada kongres Partai Demokrat tidak menemukan figur untuk Ketua Umum. Anas Urbaningrum cerdas dibanding ketua umum partai lainnya. Ketika penghentian Anas, dia tidak mempersiapkan apa-apa. Ini cerdas bawaan. Ini kerugian besar Partai Demokrat," pungkasnya.
(stb)