SBY sanjung Sri Mulyani di Kongres Diaspora

Senin, 19 Agustus 2013 - 14:31 WIB
SBY sanjung Sri Mulyani...
SBY sanjung Sri Mulyani di Kongres Diaspora
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka Kongres kedua Diaspora Indonesia di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2013).

Disela-sela sambutannya, SBY menyanjung mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sebelum menyanjung Sri Mulyani, SBY menjelaskan profil Diaspora Indonesia adalah sebagai suatu komunitas global yang besar, yang terdiri dari ratusan komunitas yang tersebar di berbagai kota, negara dan benua yang jumlah totalnya mungkin sebanding dengan penduduk kota Jakarta.

Ditambahkan SBY, Diaspora Indonesia sangat beraneka-ragam, namun umumnya mempunyai ikatan batin dengan Indonesia.

Lebih lanjut dia menuturkan, Diaspora Indonesia sebagai suatu komunitas dinamis yang padat ilmu, padat modal, padat jaringan, padat budaya dan padat karya.

"Diaspora Indonesia penuh dengan sosok-sosok yang bisa menjadi sumber inspirasi bagi kami," ujar SBY dalam sambutannya di Kongres kedua Diaspora Indonesia di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2013).

Diantaranya, kata SBY, ada sosok Sehat Sutarja, yang dengan bermodal ijazah listrik dari Pasar Baru berhasil meraih gelar Doktor dari UCLA Berkeley, membangun perusahaan IT raksasa Marvell di Silicon Valley yang kemudian menguasai dua pertiga dari industri semi-conductor dunia.

"Ada sosok Sri Mulyani, putri terbaik bangsa Indonesia yang kini kami pinjamkan kepada Bank Dunia, untuk menjabat sebagai Managing Director. Orang Indonesia pertama yang memegang jabatan tinggi tersebut," tutur SBY.

Selain itu, ucap dia, ada juga cerita dua kakak beradik dari Kalimantan, Iwan dan Nisin Sunito, yang satu menjadi raja property di Sydney dan satunya lagi raja peternakan di Perth.

Kemudian, lanjut SBY, ada sosok Ibrahim Rasool, seorang putra dari keluarga muslim dari Slamang, yang lahir di Cape Town dan kemudian menjadi tokoh African National Congress, dan dalam era Presiden Nelson Mandela terpilih menjadi Premier Propinsi West Cape.

Lalu, ada sosok ratusan anak-anak diaspora Indonesia yang dengan ikhlas memecahkan celengan tabungan mereka, untuk memberi bantuan kemanusiaan bagi keluarga dan anak-anak 8 anggota TNI yang tertembak di Papua.

"Dan jangan lupa, ada 2,5 juta sosok TKI di luar negeri yang bekerja keras membanting tulang dan selalu mengirim uang untuk membantu sanak saudaranya di tanah air. Dengan sumbangan kolektif sekitar 7,1 milyar dolar AS pada tahun 2012, mereka adalah pahlawan devisa Indonesia yang abadi," pungkasnya.
(stb)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved