Sumbang APBN Rp340 triliun, sektor Migas rawan korupsi

Kamis, 15 Agustus 2013 - 11:24 WIB
Sumbang APBN Rp340 triliun,...
Sumbang APBN Rp340 triliun, sektor Migas rawan korupsi
A A A
Sindonew.com - Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung mengapresiasi tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berhasil menangkap tangan Kepala SKK Migas yang juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini dalam kasus dugaan gratifikasi oleh trader oil asal Singapura PT Kernel Oil.

Pramono mengakui bahwa jabatan seorang Kepala SKK Migas memiliki kewenangan dan kekuasaan yang luar biasa untuk mengatur sektor migas dalam negeri. Menurutnya, dari motif yang terkuak, perusahaan yang bermain di kasus tersebut merupakan pemain baru.

"Saya apresiasi kepada KPK yang telah menangkap seorang Ketua SKK Migas, yang mempunyai kewenangan dan kekuasaan yang luar biasa. Saya melihat proses korupsi di SKK Migas, ini perusahaan baru, pemain baru yang belum terlalu lama di Indonesia," ujarnya di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (15/08/2013).

Ia menduga, selain tertangkap karena dugaan korupsi, tetapi dalam kasus tersebut terdapat unsur persaingan bisnis yang terjadi. Sehingga, kata dia, KPK harus mengungkap kasus tersebut secara keseluruhan.

"Karena begitu besarnya kewenangan SKK Migas, hampir Rp340 triliun setiap tahun negara kita APBN dari sektor Migas yakni sektor pendapatan terbesar kedua setelah pajak," ungkapnya.

Karena kekuasaan yang besar dan rawan terjadinya praktek korupsi, Pramono mendorong dibentuknya pengawasan internal kepada SKK Migas. Pengawasan oleh Menteri ESDM sebagai Ketua Tim SKK Migas serta DPR dinilai tidak cukup.

"Kalau hanya DPR tidak cukup. Harus ada pengawasan internal. Menteri ESDM kan ketua pengawas SKK Migas. Saya meyakinilah, bahwa proses itu tak akan bisa berjalan dengan baik, karena yang mengawasi dalam internal birokrasi sendiri, sehingga seharusnya ada pengawasan yang bisa dengan mudah dikontrol dengan publik," tegasnya.
(kri)
Berita Terkini
4 Kapolda Jebolan Akpol...
4 Kapolda Jebolan Akpol 1995 Teman Seangkatan Kadiv Propam Irjen Abdul Karim
Waketum PUI Dukung Sudaryono...
Waketum PUI Dukung Sudaryono Bersih-Bersih BGN, Integritas MBG Harus Jadi Prioritas
Eks Kasi Intelijen Cukai...
Eks Kasi Intelijen Cukai Didakwa Terima Gratifikasi Rp7,6 Miliar dari John Field hingga Pengusaha Rokok
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Di Hadapan Dasco, Hotman...
Di Hadapan Dasco, Hotman Paris Bersama Ketua Umum PWI Salam Komando
Kaesang Maju Pileg 2029...
Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil Puan, PAN: Orang Tuanya Pernah Jadi Wali Kota Solo, Wajarlah
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved