Konvensi buka ruang figur di luar parpol nyapres
Selasa, 13 Agustus 2013 - 08:01 WIB
Konvensi buka ruang figur di luar parpol nyapres
A
A
A
Sindonews.com - Konvensi Demokrat untuk penjaringan calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang, dinilai sebagai terobosan dalam percaturan politik Indonesia.
Hal itu dikatakan pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto. Pasalnya, Demokrat membuka peluang figur dari luar Demokrat untuk ikut konvensi.
"Demokrat menjadi pelopor untuk membuka ruang kepada mereka yang mempunyai kapasitas dan kemampuan dari luar partai untuk bisa terpilih dan diusulkan oleh partai politik," kata Sugiyanto, saat dihubungi Sindonews, Selasa (13/8/2013).
Menurutnya, karena selama ini capres atau wakil presiden (wapres) hanya terbatas berasal dari elite partai politik (parpol) saja. "Nah inilah yang menjadi penting dan menarik. Banyak calon-salon yang kompoten di luar partai yang ingin maju, tapi terkendala tidak adanya partai pendukung," ucapnya.
Namun apakah mungkin, jika konvensi ini tak didesain sesuai dengan keinginan pihak Demokrat, Sugiyanto menjelaskan, jika Demokrat ingin menepis anggapan tersebut, konvensi harus dilakukan dengan transparan.
"Itu penentu berhasil atau gagalnya konvensi Demokrat ini. Akan sangat berisiko bagi SBY dan Demokrat bila dalam pelaksanannya ada rekayasa atau atau didesain. Itu sama saja SBY dan Demokrat menggali kuburan untuk Partai Demokrat," pungkasnya.
Hal itu dikatakan pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto. Pasalnya, Demokrat membuka peluang figur dari luar Demokrat untuk ikut konvensi.
"Demokrat menjadi pelopor untuk membuka ruang kepada mereka yang mempunyai kapasitas dan kemampuan dari luar partai untuk bisa terpilih dan diusulkan oleh partai politik," kata Sugiyanto, saat dihubungi Sindonews, Selasa (13/8/2013).
Menurutnya, karena selama ini capres atau wakil presiden (wapres) hanya terbatas berasal dari elite partai politik (parpol) saja. "Nah inilah yang menjadi penting dan menarik. Banyak calon-salon yang kompoten di luar partai yang ingin maju, tapi terkendala tidak adanya partai pendukung," ucapnya.
Namun apakah mungkin, jika konvensi ini tak didesain sesuai dengan keinginan pihak Demokrat, Sugiyanto menjelaskan, jika Demokrat ingin menepis anggapan tersebut, konvensi harus dilakukan dengan transparan.
"Itu penentu berhasil atau gagalnya konvensi Demokrat ini. Akan sangat berisiko bagi SBY dan Demokrat bila dalam pelaksanannya ada rekayasa atau atau didesain. Itu sama saja SBY dan Demokrat menggali kuburan untuk Partai Demokrat," pungkasnya.
(maf)