Marzuki: Alasan konvensi bukan karena Anas tersangka

Jum'at, 02 Agustus 2013 - 10:29 WIB
Marzuki: Alasan konvensi...
Marzuki: Alasan konvensi bukan karena Anas tersangka
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Marzuki Alie tak sependapat jika konvensi semi terbuka yang diadakan partainya, adalah karena mantan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum menjadi tersangka.

"Saya kurang sependapat, konvensi ini justru memberi ruang demokrasi bagi kader untuk menunjukkan kesiapannya ke publik bahwa PD punya capres yang bisa diandalkan," kata Marzuki melalui pesan singkat, Jumat (2/8/2013).

Menurutnya, konvensi ini sengaja diadakan karena partai berlambang bintang mercy itu ingin memberikan kesempatan kepada setiap kadernya yang mau mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres).

"Selama ini kader bersifat pasif, ewuh-pekewuh, karena semuanya menunggu titah SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sebagai ikon PD selama ini," tegasnya.

Lanjut dia, Ketum SBY sebenarnya telah berkali-kali menginstruksikan agar setiap kadernya berani untuk mencalonkan diri, tetapi hal itu tidak mendapat respon positif.

Karenanya, dengan adanya mekanisme ini maka setiap kader diberikan ruang untuk menyatakan kesiapannya menjadi capres.

"Beberapa kali SBY meminta kader untuk berkampanye, tapi tidak diresponse oleh kader. Makanya ruang ini dibuka agar kader tidak ragu-ragu untuk menyatakan kesiapannya untuk menjadi presiden," pungkasnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Anggota Dewan Pembina PD, Hayono Isman mengungkapkan jika semula PD tak berharap untuk mengadakan konvensi semi terbuka untuk menjaring capres yang akan dimajukan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Kata dia, PD justru berharap saat itu bisa mencalonkan Anas sebagai capres termuda. "Jadi sebetulnya dulu tidak ada keinginan untuk konvensi. Jadi capres itu fokusnya ke Anas. Tapi akibat Nazarudin, jadinya force major konvensi," kata Hayono di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.

"Sebetulnya juga kita di Partai Demokrat dan saya berharap Anas menjadi capres termuda bangsa ini. Tetapi semua berubah," katanya.
(lal)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Geledah Kafe deClan,...
Geledah Kafe de'Clan, Polri Temukan Brankas Besar di dalam Tembok
Kala Prabowo Dipuji...
Kala Prabowo Dipuji Modi, Seorang Presiden juga Prajurit yang Paham Perencanaan
Penggeledahan Kafe dan...
Penggeledahan Kafe dan Money Changer di Cipete Dikawal Brimob Bersenjata
Usut Korupsi Batu Bara...
Usut Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel
Penampakan Land Cruiser...
Penampakan Land Cruiser terkait Kasus Bupati Kuansing Tiba di Rupbasan KPK
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved