Menteri ikut konvensi bentuk demokrasi yang buruk
Minggu, 28 Juli 2013 - 17:24 WIB
Menteri ikut konvensi bentuk demokrasi yang buruk
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, jika menteri yang ikut konvensi Partai Demokrat akan membuat kinerja mereka tak fokus, meski mendapat keistimewaan dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Ini pula yang membuat kinerja menteri jadi kurang fokus. Belum selesai dengan tugas utamanya, malah didorong-dorong untuk sosialisasi dan mengikuti konvensi," katanya melalui pesan singkat, Minggu (28/7/2013).
Dia berpendapat cara tersebut merupakan bentuk pembelajaran demokrasi yang buruk, karena bisa menjadi contoh elit politik untuk bersikap pragmatis. "Mengajarkan elit atau tokoh di Indonesia bersikap pragmatis dan oportunistis," cetusnya.
Ia pun menyayangkan jika ada menteri yang menerima undangan dari partai berlambang bintang mercy itu, untuk mengikuti penjaringan calon presiden (capres) melalui mekanisme konvensi.
"Fokus menjadi pejabat yang seharusnya melayani publik, malah disimpangkan untuk mempertahankan jabatannya dan malah loncat mengikuti seleksi pencalonan," pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah menteri digadangkan akan menjadi calon peserta konvensi Partai Demokrat. Mereka adalah Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan dan Menteri Negara Badan Urusan Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.
"Ini pula yang membuat kinerja menteri jadi kurang fokus. Belum selesai dengan tugas utamanya, malah didorong-dorong untuk sosialisasi dan mengikuti konvensi," katanya melalui pesan singkat, Minggu (28/7/2013).
Dia berpendapat cara tersebut merupakan bentuk pembelajaran demokrasi yang buruk, karena bisa menjadi contoh elit politik untuk bersikap pragmatis. "Mengajarkan elit atau tokoh di Indonesia bersikap pragmatis dan oportunistis," cetusnya.
Ia pun menyayangkan jika ada menteri yang menerima undangan dari partai berlambang bintang mercy itu, untuk mengikuti penjaringan calon presiden (capres) melalui mekanisme konvensi.
"Fokus menjadi pejabat yang seharusnya melayani publik, malah disimpangkan untuk mempertahankan jabatannya dan malah loncat mengikuti seleksi pencalonan," pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah menteri digadangkan akan menjadi calon peserta konvensi Partai Demokrat. Mereka adalah Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan dan Menteri Negara Badan Urusan Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.
(stb)