Populasi badak kian mengkhawatirkan

Kamis, 25 Juli 2013 - 15:54 WIB
Populasi badak kian...
Populasi badak kian mengkhawatirkan
A A A
Sindonews.com - Terdapat lima spesies badak yang masih tersisa di dunia, di mana dua di antaranya terdapat di Indonesia, yaitu badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan badak Sumatera (Dicherorinus sumatrensis).

Kedua spesies ini dikategorikan sebagai satwa liar berstatus kritis terancam punah oleh daftar merah. Sedangkan Populasi badak Jawa hanya tersisa sekira 50 ekor di alam, yaitu di Taman Nasional Ujung Kulon (Banten) dengan jumlah yang kecil dan hanya berada dalam satu populasi dan rentan terhadap kepunahan.

Kemudian untuk badak Sumatera hanya tinggal 200 individu, tersebar di Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh), Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (Lampung), dan Waykambas (Lampung).

Dalam 20 tahun terakhir delapan kantong populasi badak di Sumatera punah, dan populasi menurun hingga 82 persen. Berdasarkan kondisi ini, maka dibutuhkan sebuah panduan teknis tertentu dalam upaya pelestarian spesies langka ini. Salah satunya adalah dengan mengumpulkan pengalaman beberapa penggiat konservasi yang berupaya melestarikan badak di Indonesia.

“Tidak hanya spesiesnya saja yang langka, pengetahuan teknis konservasi badak pun dapat dikategorikan sebagai hal yang langka,” kata Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Hadi Alikodra, lewat rilis terkait buku “Teknik Konservasi Badak Indonesia” World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, yang diterima Sindonews, Kamis (25/72013).

“Oleh karena itu, buku ini sangat penting bagi dunia konservasi badak di Indonesia dan dapat memberikan referensi yang baik, mengingat populasi badak kini kian mengkhawatirkan,” imbuhnya.

Dalam buku tersebut, berisi pengetahuan seputar taksonomi dan morfologi badak, populasi dan penyebaran, habitat, perilaku, persaingan ekologi, perburuan, penyelamatan, penangkaran dan protokol penyelamatan badak yang tentunya berasal dari pengalaman bertahun-tahun di lapangan.

“Hilangnya badak di Indonesia berarti hilangnya spesies ikonik tanah air dan tidak memberikan kesempatan kepada anak cucu kita untuk mempelajarinya,” timpal Efransjah, CEO WWF-Indonesia.

“Buku seperti ini jarang diterbitkan dan merupakan sumbangsih yang tak ternilai dengan memberikan gambaran teknis dokumentasi pengalaman bertahun-tahun para praktisi konservasi badak di Indonesia," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kakatua dan Blue Gold...
Kakatua dan Blue Gold Macau di Lembang Park and Zoo Berhasil Dikembangbiakan
9 Jenis Mamalia Karnivora,...
9 Jenis Mamalia Karnivora, Keajaiban di Dunia Satwa Liar
Kemunculan Tapir di...
Kemunculan Tapir di Pinggir Jalan Sungaipenuh-Tapan Bikin Geger Warga
Anak Iguana Merah Muda...
Anak Iguana Merah Muda Pertama Ditemukan di Pulau Galapagos
Saat Pandemi COVID-19,...
Saat Pandemi COVID-19, Animal Defenders Indonesia Gelar Bakti Sehat Satwa
Ratusan Burung Dilindungi...
Ratusan Burung Dilindungi Gagal Diselundupkan
Berita Terkini
Hakim Kabulkan Sebagian...
Hakim Kabulkan Sebagian Gugatan Praperadilannya, Roy Suryo: Babak Baru Hukum Indonesia
Zelfbestuur dan Negara...
Zelfbestuur dan Negara Kesejahteraan: Dari Program Sosial Menuju Gagasan Besar Indonesia
Rencana Kejagung Jerat...
Rencana Kejagung Jerat Nadiem Makarim dengan TPPU Diapresiasi Pakar Hukum
Indonesia-India Sepakati...
Indonesia-India Sepakati 15 Kerja Sama, Restorasi Candi Prambanan hingga Rudal BrahMos
Ini Pertimbangan Hakim...
Ini Pertimbangan Hakim Kabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo
Jokowi Beberkan Isi...
Jokowi Beberkan Isi Obrolannya dengan JK ketika Bertemu di HUT Bhayangkara
Infografis
Mengancam Manusia, Populasi...
Mengancam Manusia, Populasi Buaya di Australia akan Dikurangi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved