Investigasi KPK atas proyek Pantura dinilai tepat
Rabu, 24 Juli 2013 - 10:49 WIB
Investigasi KPK atas proyek Pantura dinilai tepat
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah melakukan investigasi terhadap potensi dugaan korupsi proyek jalur Pantai Utara (Pantura), langkah itu pun dinilai tepat.
Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari mengatakan kalau pun ada masyarakat yang melapor kepada KPK terkait dugaan korupsi pada proyek tersebut adalah langkah yang wajar.
"Saya kira itu langkah hukum yang tepat dan wajar sekali dilakukan," kata Hajriyanto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/7/2013).
Menurutnya, masyarakat di sekitaran jalur Pantura selama ini tidak pernah puas dengan proyek perbaikan yang dilakukan hanya menjelang hari raya Idul Fitri dengan kekuatan yang relatif singkat.
"Karena terus terang masyarakat Jawa Tengah di sepanjang jalur Pantura tidak pernah puas, jadi tidak puas dengan adanya perbaikan tambal sulam," jelasnya.
Sebelumnya, Politikus Partai Golkar ini juga mengatakan jika jalur sepanjang Pantura dalam kondisi darurat infrastruktur, namun proyek perbaikan yang saat ini dikerjakan dianggap tidak menyelesaikan masalah.
"Memang tidak ada visi ke depan dalam pembangunan infrastruktur. Itu (Pantura) memang darurat infrastruktur," jelasnya.
Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari mengatakan kalau pun ada masyarakat yang melapor kepada KPK terkait dugaan korupsi pada proyek tersebut adalah langkah yang wajar.
"Saya kira itu langkah hukum yang tepat dan wajar sekali dilakukan," kata Hajriyanto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/7/2013).
Menurutnya, masyarakat di sekitaran jalur Pantura selama ini tidak pernah puas dengan proyek perbaikan yang dilakukan hanya menjelang hari raya Idul Fitri dengan kekuatan yang relatif singkat.
"Karena terus terang masyarakat Jawa Tengah di sepanjang jalur Pantura tidak pernah puas, jadi tidak puas dengan adanya perbaikan tambal sulam," jelasnya.
Sebelumnya, Politikus Partai Golkar ini juga mengatakan jika jalur sepanjang Pantura dalam kondisi darurat infrastruktur, namun proyek perbaikan yang saat ini dikerjakan dianggap tidak menyelesaikan masalah.
"Memang tidak ada visi ke depan dalam pembangunan infrastruktur. Itu (Pantura) memang darurat infrastruktur," jelasnya.
(lal)