SBY harus panggil Amir & Denny terkait pengelolaan LP
Kamis, 18 Juli 2013 - 15:34 WIB
SBY harus panggil Amir & Denny terkait pengelolaan LP
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera memanggil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Amir Syamsuddin beserta wakilnya, Denny Indrayana.
Kata dia, kedua tokoh tersebut harus bisa mempertanggungjawabkan kinerjanya dihadapan presiden dari dua kasus pembobolan rumah tahanan (rutan) yang berujung larinya sejumlah narapidana.
"Presiden sebaiknya memanggil Menteri Amir dan Wakilnya, Denny, untuk mempertanyakan apa yang sesungguhnya sedang terjadi di internal Kemenkum HAM," kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (18/7/2013).
Pemanggilan keduanya juga penting dilakukan untuk mengklarifikasi isu tentang matahari kembar yang menggambarkan rivalitas Amir versus Denny di kementerian itu. Tak hanya itu, kepala negara juga bisa menanyakan kinerja keduanya dalam memimpin dan menjalankan tugas serta tanggungjawabnya di lembaga berjargon Pengayoman tersebut.
"Bagaimana pun, kasus pembobolan Rutan Batam semakin mempertegas ketidakmampuan Amir dan Denny mengontrol bawahan mereka. Efektivitas kepemimpinan mereka terus menurun," tegasnya.
"Pembobolan Rutan Batam lagi-lagi membuktikan Menkum HAM Amir Syamsudin dan Wakilnya Denny Indrayana tidak memiliki kepekaan dan tanggungjawab terhadap masalah yang sedang menyelimuti hampir semua LP (Lembaga Pemasyarakatan)," sambungnya.
Ia pun menilai kejadian kaburnya sejumlah narapidana dari dua rutan berbeda dalam waktu singkat adalah kejadian yang memalukan. "Sangat memalukan karena hanya dalam hitungan hari, terjadi pembobolan di dua LP," tukasnya.
Kata dia, kedua tokoh tersebut harus bisa mempertanggungjawabkan kinerjanya dihadapan presiden dari dua kasus pembobolan rumah tahanan (rutan) yang berujung larinya sejumlah narapidana.
"Presiden sebaiknya memanggil Menteri Amir dan Wakilnya, Denny, untuk mempertanyakan apa yang sesungguhnya sedang terjadi di internal Kemenkum HAM," kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (18/7/2013).
Pemanggilan keduanya juga penting dilakukan untuk mengklarifikasi isu tentang matahari kembar yang menggambarkan rivalitas Amir versus Denny di kementerian itu. Tak hanya itu, kepala negara juga bisa menanyakan kinerja keduanya dalam memimpin dan menjalankan tugas serta tanggungjawabnya di lembaga berjargon Pengayoman tersebut.
"Bagaimana pun, kasus pembobolan Rutan Batam semakin mempertegas ketidakmampuan Amir dan Denny mengontrol bawahan mereka. Efektivitas kepemimpinan mereka terus menurun," tegasnya.
"Pembobolan Rutan Batam lagi-lagi membuktikan Menkum HAM Amir Syamsudin dan Wakilnya Denny Indrayana tidak memiliki kepekaan dan tanggungjawab terhadap masalah yang sedang menyelimuti hampir semua LP (Lembaga Pemasyarakatan)," sambungnya.
Ia pun menilai kejadian kaburnya sejumlah narapidana dari dua rutan berbeda dalam waktu singkat adalah kejadian yang memalukan. "Sangat memalukan karena hanya dalam hitungan hari, terjadi pembobolan di dua LP," tukasnya.
(maf)