LSN ditantang sebut nama kader Demokrar bermasalah
Rabu, 17 Juli 2013 - 05:06 WIB
LSN ditantang sebut nama kader Demokrar bermasalah
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana merasa tak sejalan dengan hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN), yang menyebut partainya kurang bersih hanya karena sejumlah kadernya tersangkut kasus korupsi.
"Begini apa yang dikatakan kurang bersih? Kriterianya apa. Jangan pukul rata semua, tetapi yang jelas," kata Sutan saat dihubungi Sindonews, Selasa (16/7/2013) malam.
Menurutnya, perilaku korupsi adalah sikap individu dari kader yang bersangkutan. Anggota Komisi VII DPR ini menegaskan, partainya pro terhadap pemberantasan korupsi.
"Kita ini Partai Demokrat antikorupsi, kalau ada yang tidak bersih silakan disebutkan biar kita cek lalu kita tindak tegas," cetusnya.
Ia pun menyarankan agar LSN bisa lebih selektif menentukan kriteria partai politik (parpol) yang dianggap kurang bersih dari korupsi, dan bisa menyebutkan kader yang terlibat korupsi seperti yang dimaksud.
"Yang paling benar adalah disebut (nama-nama terlibat korupsi) nama dicek, integritas bagaimana, kalau kotor cuma terus hanya katanya, itu bisa jadi fitnah, nah survei ini juga sebut siapa orangnya," tegasnya.
Ia pun menyerahkan seluruhnya kepada masyarakat untuk menilai setiap kader partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. "Biarlah rakyat yang memutuskan kalau caleg atau tokoh bersih pasti terpilih," pungkasnya.
"Begini apa yang dikatakan kurang bersih? Kriterianya apa. Jangan pukul rata semua, tetapi yang jelas," kata Sutan saat dihubungi Sindonews, Selasa (16/7/2013) malam.
Menurutnya, perilaku korupsi adalah sikap individu dari kader yang bersangkutan. Anggota Komisi VII DPR ini menegaskan, partainya pro terhadap pemberantasan korupsi.
"Kita ini Partai Demokrat antikorupsi, kalau ada yang tidak bersih silakan disebutkan biar kita cek lalu kita tindak tegas," cetusnya.
Ia pun menyarankan agar LSN bisa lebih selektif menentukan kriteria partai politik (parpol) yang dianggap kurang bersih dari korupsi, dan bisa menyebutkan kader yang terlibat korupsi seperti yang dimaksud.
"Yang paling benar adalah disebut (nama-nama terlibat korupsi) nama dicek, integritas bagaimana, kalau kotor cuma terus hanya katanya, itu bisa jadi fitnah, nah survei ini juga sebut siapa orangnya," tegasnya.
Ia pun menyerahkan seluruhnya kepada masyarakat untuk menilai setiap kader partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. "Biarlah rakyat yang memutuskan kalau caleg atau tokoh bersih pasti terpilih," pungkasnya.
(kri)