Mensos turun ke desa miskin di tepi Ibu Kota
Senin, 08 Juli 2013 - 14:43 WIB
Mensos turun ke desa miskin di tepi Ibu Kota
A
A
A
Sindonews.com - Kemiskinan dan ketertinggalan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Kementerian Sosial mengajak pemerintah daerah, media massa, dan lembaga sosial, aktif dalam penanggulangannya.
“Kemiskinan masih menjadi masalah berat di negeri ini, sedangkan dari berbagai pandangan ahli tidak pernah sepakat dengan parameter yang lebih sederhana,” kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Desa Pasir Madang, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Salim mengatakan, desa tersebut termasuk tertinggal dilihat masih sangat terbatasnya berbagai fasilitas. Padahal kawasan itu hanya berjarak 69 km dari Ibukota Negara Indonesia, Jakarta.
“Kami merespon berbagai pemberitaan dari media massa yang menyoroti kemiskinan di desa tersebut,” tandasnya.
Untuk itu, kata Mensos, tidak elok jika ada pihak yang merasa keberatan dan tersinggung dengan kondisi desa miskin yang terungkap ke publik, daripada diungkap pemerintah daerah (pemda) sendiri.
Masalah ini, hanya membutuhkan komiten saja, dimana ada kemauan pasti ada jalan. Justru harus dijadikan momentum untuk perbaikan dan evaluasi bagaimana cara mengatasi segala ketertinggalan,
Dia menambahkan, letak geografis Desa Pasir Madang, Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor berada tidak terpisahkan dari Kota Bogor yang maju pesat. Tapi beberapa wilayahnya tetap saja desa miskin yang sangat terbatas berbagai hal.
Kondisi berbanding terbalik, dengan Kota Bogor yang kaya dengan banyak potensi daerah termasuk perangkat dan perguruan tinggi. Untuk itu, saatnya dioptimalkan segala potensi yang ada dengan serius dan tidak gengsi.
“Kemiskinan harus segera diatasi, sebab warga miskin butuh kehadiran pemerintah, sekaligus menjadi pendorong semangat untuk maju, ” pinta Mensos.
Terkait banyaknya parameter dalam melihat rumah, padahal cukup dilihat dari kondisi atap, lantai, dan dindingnya saja tidak perlu sampai luas tanah dan lainnya. Sedangkan, mata pencaharian pun mudah dilihat, cukup dari pendapatan dan kebutuhan pengeluaran.
Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa, secara khusus datang ke desa tersebut, sekaligus diserahkan 50 paket bantuan sembako, rehabilitasi sosial 100 unit rumah tidak layak huni, serta 2 paket sarana lingkungan.
“Bantuan tersebut merupakan stimulus untuk mengajak berbagai pihak agar peduli dan secara bahu-membahu menanggulangi kemiskinan dan ketertinggalan, ” katanya.
“Kemiskinan masih menjadi masalah berat di negeri ini, sedangkan dari berbagai pandangan ahli tidak pernah sepakat dengan parameter yang lebih sederhana,” kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Desa Pasir Madang, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Salim mengatakan, desa tersebut termasuk tertinggal dilihat masih sangat terbatasnya berbagai fasilitas. Padahal kawasan itu hanya berjarak 69 km dari Ibukota Negara Indonesia, Jakarta.
“Kami merespon berbagai pemberitaan dari media massa yang menyoroti kemiskinan di desa tersebut,” tandasnya.
Untuk itu, kata Mensos, tidak elok jika ada pihak yang merasa keberatan dan tersinggung dengan kondisi desa miskin yang terungkap ke publik, daripada diungkap pemerintah daerah (pemda) sendiri.
Masalah ini, hanya membutuhkan komiten saja, dimana ada kemauan pasti ada jalan. Justru harus dijadikan momentum untuk perbaikan dan evaluasi bagaimana cara mengatasi segala ketertinggalan,
Dia menambahkan, letak geografis Desa Pasir Madang, Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor berada tidak terpisahkan dari Kota Bogor yang maju pesat. Tapi beberapa wilayahnya tetap saja desa miskin yang sangat terbatas berbagai hal.
Kondisi berbanding terbalik, dengan Kota Bogor yang kaya dengan banyak potensi daerah termasuk perangkat dan perguruan tinggi. Untuk itu, saatnya dioptimalkan segala potensi yang ada dengan serius dan tidak gengsi.
“Kemiskinan harus segera diatasi, sebab warga miskin butuh kehadiran pemerintah, sekaligus menjadi pendorong semangat untuk maju, ” pinta Mensos.
Terkait banyaknya parameter dalam melihat rumah, padahal cukup dilihat dari kondisi atap, lantai, dan dindingnya saja tidak perlu sampai luas tanah dan lainnya. Sedangkan, mata pencaharian pun mudah dilihat, cukup dari pendapatan dan kebutuhan pengeluaran.
Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa, secara khusus datang ke desa tersebut, sekaligus diserahkan 50 paket bantuan sembako, rehabilitasi sosial 100 unit rumah tidak layak huni, serta 2 paket sarana lingkungan.
“Bantuan tersebut merupakan stimulus untuk mengajak berbagai pihak agar peduli dan secara bahu-membahu menanggulangi kemiskinan dan ketertinggalan, ” katanya.
(lal)