Menkum HAM emoh komentari sumber dana PKS

Senin, 24 Juni 2013 - 17:32 WIB
Menkum HAM emoh komentari...
Menkum HAM emoh komentari sumber dana PKS
A A A
Sindonews.com - Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Amir Syamsudin enggan memberikan komentar kabar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mencari dana senilai Rp2 triliun dari tiga kementerian.

Informasi itu berasal dari persidangan kasus dugaan suap sapi impor yang melibatkan Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Sebelum segala sesuatunya terungkap dengan baik di persidangan dan persidangan ini sedang berjalan, sebaiknya saya hindari membuat komentar yang sifatnya mendahului," kata Amir di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/6/2013).

Ia mengaku, untuk mengambil keputusan, pihaknya masih memerlukan hasil akhir dari pengadilan kasus tersebut. "Kemenkum HAM tidak akan ujug-ujug mengambil peran. Berikan kesempatan kepada pengadilan untuk bersidang dengan baik dan lancar," tegasnya.

Namun, Amir mengaku bisa mengambil tindakan pasca putusan dari pengadilan. "Oh itu lain nanti (ada tindakan), kan ini belum. Prosesnya nanti masih panjang," tukasnya.

Sebelumnya, ‪dalam sidang perdana kasus dugaan kasus suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan), PKS menargetkan dana Rp2 triliun dari tiga kementerian.

Di hadapan majelis hakim, Jaksa KPK Rini Triningsih mengatakan, uang tersebut untuk kepentingan PKS pada Pemilu 2014 mendatang. Hal itu terungkap, kata Rini, dari seorang saksi bernama Yudi Setiawan.

"Yudi Setiawan memaparkan prediksi pemenuhan kebutuhan uang dari tiga kementerian. Kementerian Pertanian Rp1 triliun, Kementerian Sosial Rp500 miliar serta Kementerian Komunikasi dan Informatika Rp500 miliar," kata Jaksa Rini Triningsih di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6/2013).

Menurut Jaksa Rini ketika membacakan berkas, target Rp2 triliun dikumpulkan dari proyek-proyek yang berasal dari tiga kementerian yang dijabat oleh kader PKS.

Untuk memuluskannya, lanjutnya, Ahmad Fathanah terdakwa kasus ini ikut andil dalam mengawal proyek tersebut. Namun, Fathanah tak bekerja sendirian. Ia dibantu oleh Yudi Setiawan dan Ahmad Zaki selaku sekretaris pribadi LHI.
"Ahmad Zaki juga membantu terdakwa menjalankan proyek di Kementerian Pertanian," pungkasnya.‬
(stb)
Berita Terkait
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
Menimbang Ulang Impor...
Menimbang Ulang Impor Daging Kerbau
Pemerintah Janji Tinjau...
Pemerintah Janji Tinjau Ulang Kuota Impor Daging Sapi
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
7 Negara Pengekspor...
7 Negara Pengekspor Daging Terbesar ke Indonesia, yang Terakhir: Percaya Enggak Percaya!
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Infografis
Larangan Berjilbab,...
Larangan Berjilbab, Aktivis HAM: Boikot Olimpiade Paris!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved