Habitat Lutung Bekasi menuju kepunahan

Minggu, 16 Juni 2013 - 21:20 WIB
Habitat Lutung Bekasi...
Habitat Lutung Bekasi menuju kepunahan
A A A
Sindonews.com - Monyet berbulu tebal dan berwarna hitam atau masyarakat Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, menyebutnya 'lutung' keberadaannya kini sangat memprihatinkan.

Padahal populasi satwa pemakan buah dan ikan itu pada tahun 1985 lalu banyak sekali, jumlahnya hingga ratusan ekor. Pada saat itu kondisi hutan mangrove (bakau) di Muaragembong masih tebal dan rimbun.

Masyarakat Muaragembong yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan petani tambak, dahulu sering melihat lutung bergerombol dan bergelayutan di dahan pohon mangrove, Setiap gerombolan terdiri sekitar 20 ekor.

Mereka menetap di wilayah pesisir Muaragembong seperti di desa Pantai Bahagia yang berbatasan dengan Kabupaten Karawang dan desa Pantai Harapan Jaya.

"Satwa itu kini jumlahnya tinggal puluhan ekor saja. Keberadaan lutung itu sering saya lihat di hutan mangrove wilayah desa Pantai Bahagia dan di desa Pantai Harapan Jaya," ujar tokoh masyarakat Muaragembong Bisri kepada Sindonews.com, Minggu (16/6/2013).

Bisri mengatakan, untuk melihat lutung-lutung itu sekarang ini sukar sekali, apalagi yang sampai bergerombolan. Tapi di waktu - waktu tertentu mereka menampakan dirinya.

"Seharusnya pesisir Muaragembong menjadi pintu gerbang terakhir penyelamatan satwa di Kabupaten Bekasi. Karena wilayah ini memiliki area mangrove terluas. Jika di bandingkan dengan pesisir Kecamatan Babelan dan Kecamatan Tarumajaya," tambahnya.

Apalagi, sebagian wilayah Muaragembong, peruntukannya untuk wilayah perhutanan yang langsung di bawah kendali Departemen Kehutanan.

"Seharusnya Pemerintah pusat dan daerah segera memperioritaskan masalah penyelamatan lutung dan satwa lainya di Muaragembong," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Mustakim menyesalkan hampir punahnya lutung yang berada di Bekasi. Pemkab Bekasi dalam hal ini BPLH maupun pemerhati harus turun melestarikan satwa dilindungi ini.

"Kalau tidak ada penanganan dengan segera, maka satwa - satwa tersebut akan benar-benar punah, Bupati Bekasi harus peduli kepada lingkungan, terutama perlindungan satwa liar," tandasnya.
(lal)
Berita Terkait
Kakatua dan Blue Gold...
Kakatua dan Blue Gold Macau di Lembang Park and Zoo Berhasil Dikembangbiakan
9 Jenis Mamalia Karnivora,...
9 Jenis Mamalia Karnivora, Keajaiban di Dunia Satwa Liar
Kemunculan Tapir di...
Kemunculan Tapir di Pinggir Jalan Sungaipenuh-Tapan Bikin Geger Warga
Anak Iguana Merah Muda...
Anak Iguana Merah Muda Pertama Ditemukan di Pulau Galapagos
Saat Pandemi COVID-19,...
Saat Pandemi COVID-19, Animal Defenders Indonesia Gelar Bakti Sehat Satwa
Ratusan Burung Dilindungi...
Ratusan Burung Dilindungi Gagal Diselundupkan
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Elon Musk: Amerika Serikat...
Elon Musk: Amerika Serikat sedang Menuju Kebangkrutan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved