Usai dilantik, Fasli Jalal langsung atur strategi
Kamis, 13 Juni 2013 - 21:21 WIB
Usai dilantik, Fasli Jalal langsung atur strategi
A
A
A
Sindonews.com - Begitu dtunjuk menjadi Kepala Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Fasli Jalal pun langsung ambil kuda-kuda mengatur strategi baru. Tampaknya, Fasli tau mau lama berleha-leha dan langsung tancap gas mengejar target.
Fasli Jalal mengatakan, bukan hanya memanjangkan program KB tetapi juga mengelola jumlah masyarakat menjadi berkualitas dalam aspek pendidikan, sosial, kesehatan dengan memaksimalkan bonus demografi yang akan kita capai.
Menurutnya, meningkatkan ketersiapan tenaga kerja untuk mengejar bonus demografi, khususnya ketersiapan di daerah. Karena saat ini produksi penduduk terbesar terjadi di daerah.
"Lonjakan penduduk terjadi di daerah yang dikarenakan pada usia muda mereka sudah menikah," ujanya usai acara pelantikan di Auditorium BKKBN, Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Kegiatan sosialisasi akan dilakukan, terlebih untuk menekan angka kematian ibu dan balita. Mengingat hal tersebut dapat mengurangi resiko kesehatan produktif yang belum siap akan mengancam keselatan saat melahirkan.
Lanjut dia, memberikan dampingan kepada keluarga muda juga akan digalakkan untuk memberikan pengetahuan mengenai alat kontrasepsi jangka panjang yang tidak mengancam keselamatan. Selain itu, kesehatan anak dan ibu jika melahirkan dalam jangka dekat tentunya hal ini berbahaya.
"Keluarga muda harus cerdas, maka pendidikan kepada remaja dan keluarga muda untuk menjaga kestabilan ledakan penduduk saat ini," tegasnya.
Mantan Kepala BKKBN Haryono Suyono mengharapkan, Kepala BKKBN yang baru dapat melakukan pendekatan kekeluargaan dalam program pendidikan, kesehatan dan kewirausahaan. Tentunya pendekatan tersebut tidak bisa setengah-setengah dilakukan.
Saat ini, lanjut dia, peserta kontrasepsi sudah mencapai 60 persen. Hal ini jangan hanya bergerak pada alat kontrasepsinya saja, namun prioritas keluarga untuk membina kesehatan, pendidikan dan kewirausahaan dengan sasaran ber-KB yang berintelektual.
"KB akan menjadikan keluarga yang sejahtera yang dibarengi dengan kesejahteraan dalam pendidikan, kesehatan dan kewirausahaan," tegasnya.
Fasli Jalal mengatakan, bukan hanya memanjangkan program KB tetapi juga mengelola jumlah masyarakat menjadi berkualitas dalam aspek pendidikan, sosial, kesehatan dengan memaksimalkan bonus demografi yang akan kita capai.
Menurutnya, meningkatkan ketersiapan tenaga kerja untuk mengejar bonus demografi, khususnya ketersiapan di daerah. Karena saat ini produksi penduduk terbesar terjadi di daerah.
"Lonjakan penduduk terjadi di daerah yang dikarenakan pada usia muda mereka sudah menikah," ujanya usai acara pelantikan di Auditorium BKKBN, Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Kegiatan sosialisasi akan dilakukan, terlebih untuk menekan angka kematian ibu dan balita. Mengingat hal tersebut dapat mengurangi resiko kesehatan produktif yang belum siap akan mengancam keselatan saat melahirkan.
Lanjut dia, memberikan dampingan kepada keluarga muda juga akan digalakkan untuk memberikan pengetahuan mengenai alat kontrasepsi jangka panjang yang tidak mengancam keselamatan. Selain itu, kesehatan anak dan ibu jika melahirkan dalam jangka dekat tentunya hal ini berbahaya.
"Keluarga muda harus cerdas, maka pendidikan kepada remaja dan keluarga muda untuk menjaga kestabilan ledakan penduduk saat ini," tegasnya.
Mantan Kepala BKKBN Haryono Suyono mengharapkan, Kepala BKKBN yang baru dapat melakukan pendekatan kekeluargaan dalam program pendidikan, kesehatan dan kewirausahaan. Tentunya pendekatan tersebut tidak bisa setengah-setengah dilakukan.
Saat ini, lanjut dia, peserta kontrasepsi sudah mencapai 60 persen. Hal ini jangan hanya bergerak pada alat kontrasepsinya saja, namun prioritas keluarga untuk membina kesehatan, pendidikan dan kewirausahaan dengan sasaran ber-KB yang berintelektual.
"KB akan menjadikan keluarga yang sejahtera yang dibarengi dengan kesejahteraan dalam pendidikan, kesehatan dan kewirausahaan," tegasnya.
(kri)