Media massa berperan jadi kontrol sosial

Rabu, 12 Juni 2013 - 14:09 WIB
Media massa berperan...
Media massa berperan jadi kontrol sosial
A A A
Sindonews.com - Festival Jurnalistik kembali digelar Kampus IISIP, Jakarta. Seminar kali ini dikemas dalam bentuk talkshow atau bincang santai yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang umumnya tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (Himajur) IISIP.

Wartawan senior yang juga dosen mata kuliah Penulisan Berita di IISIP Gantyo Koespradono mengatakan, jika berbicara bahwa media massa atau pers sebagai kekuatan keempat artinya saat ini praktis tak ada lagi lembaga yang super power di Indonesia. MPR bukan lagi lembaga tertinggi negara, DPR setara dengan eksekutif,

"Dan yudikatif juga punya kekuatan dan kelemahan. Lembaga yang paling ditakuti hanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak ada satupun pejabat menang pilkada tanpa peran pers. Jurkamnya wartawan, kepala daerah belum tentu bisa jadi gubernur, dan wakil gubernur tanpa media, contohnya seperti Jokowi-Ahok," ungkapnya di Auditorium IISIP, Jakarta, Rabu (12/6/2013).

Namun, Gantyo menegaskan bahwa pers tak boleh sombong. Sebab wartawan harus mempunyai karakter dan mengedepankan fakta, bukan opini. "Fakta itu suci, tak boleh dinodai. Harus mengedepankan fakta," tegasnya.

Redpel Kompas James Novak Luhulima mengatakan, media massa dalam kontrol sosial masyarakat, yakni masyarakat bisa mengawasi langsung jika tak suka maka akan langsung ditinggalkan oleh masyarakat. Wartawan dalam bekerja diikat kode etik dan peraturan perundang-undanganan, pers akan menjadi baik, jika mematuhi kode etik.

"Kontrol masyarakat terhadap pers enggak beli saja kalau enggak suka. Enggak suka melihat televisi, tinggal ganti channel, dan sebagai wartawan media cetak, kertas tetap media yang dicetak, tetap dianggap banyak orang, akurat dan kredibel, dalam banyak hal media cetak mewakili kredibilitas tertentu," ungkap James.

James menjelaskan agar masyarakat bisa memprotes langsung tulisan wartawan, media bisa memulai mencantumkan alamat email wartawan. "Ini barangkali bisa dimulai jadi masyarakat bisa menanggapi langsung," jelasnya.

Sementara itu, Redpel Okezone Fetra Hariandja mengatakan pertumbuhan media massa semakin pesat seiring berkembangnya media online. Disana, kata Fetra, masyarakat juga bisa menyampaikan pendapatnya secara langsung dengan ruang yang tak terbatas.

"Di Okezone kita memberikan ruang namanya MyZone, seperti halnya di Kompas ada Kompasiana. Kita memberikan ruang khalayak luas untuk mengemukakan pendapat, bangsa ini seperti apa. Trendnya apa, sehingga komunitas harus dijaga," papar Fetra.

Fetra menambahkan, kesempatan mengeluarkan pendapat, baru dimulai pada era Presiden BJ Habibie. "Disitulah baru masyarakat punya kesempatan. Begitu juga media, semua media yang naik jangan harap bisa mengkritisi pemerintah saat itu memberi pandangan solusi, kalau saat ini posisi media selalu berada di tengah kontrol sosial," tutup Fetra.
(kri)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Segera Punya Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Hitungan Minggu
BGN Nunggak ke Pihak...
BGN Nunggak ke Pihak Ketiga Rp1,6 Triliun pada 2025, Ada untuk EO hingga Jasa Konsultan
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Prabowo Apresiasi Panen...
Prabowo Apresiasi Panen Raya Inisiasi TNI Serentak di 43 Titik Seluruh Indonesia
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Don Ritto Pakai Rompi...
Don Ritto Pakai Rompi Pink, Resmi Jadi Tahanan Kejaksaan Agung
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved