Capai 3,2 juta jiwa, pemerintah harus perhatikan anak yatim
Sabtu, 08 Juni 2013 - 14:03 WIB
Capai 3,2 juta jiwa, pemerintah harus perhatikan anak yatim
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, jumlah anak yatim di Indonesia sudah mencapai 3,2 juta jiwa. Maka itu, pemerintah harus memperhatikan nasib anak yatim.
"Sudah saatnya kita perjuangkan anak yatim untuk masuk dalam daftar penyandang masalah kesejahteraan sosial dan potensi sumber kesejahteraan sosial," kata Hatta di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (8/6/2013).
Dia juga mengungkapkan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi Papua adalah dua provinsi dengan jumlah anak yatim terbanyak.
"Menurut data yayasan yatim mandiri tahun 2012 jumlah anak Yatim terbesar di Indonesia ada di Propinsi NTT sebesar 492.519 orang dan Papua dengan 399.519 orang," katanya.
Hatta menyampaikan, jika kebutuhan anak yatim selain hal-hal mendasar, mereka juga perlu pendidikan dan pengayoman sangat dibutuhkan agar menjadikan pribadi yang mandiri.
"Kita tidak sekadar memenuhi hal-hal yang dasar tapi lebih jauh esensinya adalah melindungi, mengayomi, dan memberikan pendidikan yang layak agar mereka menjadi anak yang berhasil dalam kehidupan bahkan didorong menjadi manusia-manusia mandiri dan tangguh," tandas Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
"Sudah saatnya kita perjuangkan anak yatim untuk masuk dalam daftar penyandang masalah kesejahteraan sosial dan potensi sumber kesejahteraan sosial," kata Hatta di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (8/6/2013).
Dia juga mengungkapkan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi Papua adalah dua provinsi dengan jumlah anak yatim terbanyak.
"Menurut data yayasan yatim mandiri tahun 2012 jumlah anak Yatim terbesar di Indonesia ada di Propinsi NTT sebesar 492.519 orang dan Papua dengan 399.519 orang," katanya.
Hatta menyampaikan, jika kebutuhan anak yatim selain hal-hal mendasar, mereka juga perlu pendidikan dan pengayoman sangat dibutuhkan agar menjadikan pribadi yang mandiri.
"Kita tidak sekadar memenuhi hal-hal yang dasar tapi lebih jauh esensinya adalah melindungi, mengayomi, dan memberikan pendidikan yang layak agar mereka menjadi anak yang berhasil dalam kehidupan bahkan didorong menjadi manusia-manusia mandiri dan tangguh," tandas Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
(mhd)