Fitra: Investigasi BPK atas UN terlalu lambat

Senin, 03 Juni 2013 - 20:22 WIB
Fitra: Investigasi BPK...
Fitra: Investigasi BPK atas UN terlalu lambat
A A A
Sindonews.com - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Ujian Nasional (UN) terlalu lambat. Padahal BPK menjanjikan audit selesai pada akhir Mei.

Manajer Pengetahuan Fitra Hadi Prayitno mengatakan, seharusnya tidak selama ini audit BPK atas penyelenggaraan UN dilakukan. Bahkan, BPK menunda pengumuman hingga satu bulan lebih tanpa ada alasan informasi apapun.

Padahal lingkup audit yang diperiksa BPK hanya unit kecil. Dimana pengguna anggarannya hanya satu dan jumlahnya tidak besar.

Hadi menjelaskan, paling lama hanya 10 hari BPK melakukan audit Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PTT) di Balitbang. Dia membandingkan, audit investigasi terhadap kasus Hambalang saja yang kasusnya lebih kompleks hanya memakan waktu 30 hari.

“Kami mendesak BPK untuk segera menyelesaikan auditnya. Jangan sampai laporan korupsi itu menjadi dokumen using saja,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/6/2013).

Diketahui, pelaksanaan UN SMA di 11 provinsi tertunda. Masalah yang terjadi tidak hanya karena percetakan tidak kompeten namun juga ada unsur dugaan korupsi pada tender percetakan.

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud seperti yang dilaporkan Itjen Kemendikbud diduga terlibat dalam hal ini. Anggaran UN untuk SMP dan SMA Rp515,5 miliar. Sedangkan untuk SD Rp127,96 miliar.

Hadi menilai, kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan ada intervensi Kemendikbud pada BPK untuk memperlambat publikasi hasil audit. Padahal seharusnya BPK merupakan lembaga yang independen, meski lembaga ini dibiayai negara.

"Independensi BPK atas objek yang diaudit akan diragukan saat Kemendikbud memiliki akses komunikasi yang lebih mudah dengan BPK, ketimbang para penegak hukum. Itu yang terkadang membuat temuan BPK tidak terlalu menjanjikan untuk dijadikan bukti penegakan hukum," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
UN Ditiadakan, PPDB...
UN Ditiadakan, PPDB Jateng Tahun Ini Gunakan Nilai Rapor
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan Diadakannya Kembali Ujian Nasional
Menggagas Pengganti...
Menggagas Pengganti Terbaik UN
UN Kembali Ditiadakan,...
UN Kembali Ditiadakan, Penilaian Kelulusan Siswa Kewenangan Sekolah
Kabar UN Mau Diberlakukan...
Kabar UN Mau Diberlakukan Lagi Tahun Depan, Mendikdasmen Bilang Begini
Inilah 5 Negara Tanpa...
Inilah 5 Negara Tanpa Ujian Nasional
Berita Terkini
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
BEM PTNU: Komitmen Prabowo...
BEM PTNU: Komitmen Prabowo dalam Kasus Jampidsus Cerminkan Semangat Asta Cita
Menyorot Kebijakan Bahan...
Menyorot Kebijakan Bahan Bakar B50
Komjak Bakal Awasi Penanganan...
Komjak Bakal Awasi Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Prabowo: Pemimpin yang...
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pemimpin Pengkhianat
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved