Banyak TKI dibius, Rizal minta Permen No.16/2012 dihapus

Kamis, 30 Mei 2013 - 20:29 WIB
Banyak TKI dibius, Rizal...
Banyak TKI dibius, Rizal minta Permen No.16/2012 dihapus
A A A
Sindonews.com - Mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli mendatangi Kantor Pendataan dan Pemulangan TKI atau kantor Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), di Selapajang, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

Dalam kesempatan itu, Rizal sempat bertanya-tanya dengan TKI langsung. Hasil dari bertanya itu, Rizal menafsirkan agar Peraturan Menakertrans No.16 tahun 2012 segera dihapus.

Sebab, menurut dia, akibat diperbolehkannya para TKI pulang tanpa melalui kantor Pendataan dan Pemulangan telah menyebabkan banyaknya TKI yang menjadi korban pembiusan dan perampokan.

"Tetapi saya tidak tahu data pastinya, ini laporan langsung dari petugas di sini. Yang jelas ada calo yang menjemput, bahkan ada yang sampai tidak juga kembali ke keluarganya," terang Rizal di bandara Soetta, Tangerang, Kamis (30/5/2013).

Meski begitu, Rizal mengakui, kantor BNP2TKI masih dikeluhkan oleh para TKI lantaran adanya permintaan pembayaran terhadap jasa pengantar ke kampung halaman para TKI.

"Meski jasa pengantar di sini katanya bilang ikhlas, tetapi ada paksaan juga. Kalau dikasih Rp50 ribu menggerutu dan setengah memaksa," ujar Rizal.

Kendati demikian, menurut dia, itu lebih baik daripada harus mempertaruhkan keselamatan para TKI yang dijemput oleh orang yang tak jelas di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.

Rizal mengakui, jumlah TKI yang datang ke kantor BNP2TKI yang ada di Selapajang, Tangerang sudah berkurang dari jumlah sebelumnya. Umumnya, kata dia, yang datang ke kantor itu saat ini hanya yang bermasalah.

"Sekarang setengahnya lewat Terminal 2, kami minta kepada Menteri (Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Muhaimin untuk mencabut Permen (Peraturan Menteri) tersebut," terangnya.

Rizal mengakui maksud Muhimin baik, yakni tidak membedakan penumpang TKI dengan penumpang lain. Tetapi, saat ini menurut Rizal hal itu dimanfaatkan orang-orang yang ingin mengambil keuntungan pada TKI.

"Banyak yang tidak pulang, lantaran tidak ada yang bertanggung jawab. Misalnya harusnya ke Majalengka, diantara ke Serang. Bahkan ada yang tidak pulang," ujarnya.

Ditanya apakah dengan dihapusnya Permen tersebut sistem pemulangan di BNP2TKI bisa menjamin permasalahan pemerasan? Dia menjawab, bisa meminimalisir jika pemulangan TKI ada yang bertanggung jawab.

"Saya ke sini karena ada laporan dari Migran Care, saya kira kalau ada yang bertanggung jawab seperti BNP2TKI lebih bisa diminimalisir," terangnya.
(mhd)
Berita Terkait
Banyak Calo TKI, Menaker:...
Banyak Calo TKI, Menaker: Kita Harus Berjuang Keras Melawan
Polisi Gerebek Penampungan...
Polisi Gerebek Penampungan TKI Ilegal di Jaksel, 1 Calo Ditetapkan Jadi Tersangka
Honorer di Lombok Timur...
Honorer di Lombok Timur Tega Tebas Istri hingga Tewas Gegara Utang Calo TKI
Bupati Sebut Tiga Oknum...
Bupati Sebut Tiga Oknum ASN Jadi Calo Coreng Nama Kabupaten Enrekang
Menyebalkan, Ternyata...
Menyebalkan, Ternyata Begini Cara Kerja Bot Calo Tiket
Heboh, Beredar Video...
Heboh, Beredar Video Viral Oknum Bidan Diduga Calo ASN Sedang Terima Uang
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved