Mendikbud segera minta pertanggungjawaban anak buahnya

Kamis, 18 April 2013 - 21:38 WIB
Mendikbud segera minta...
Mendikbud segera minta pertanggungjawaban anak buahnya
A A A
Sindonews.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) akan meminta pertanggungjawaban penyelenggara Ujian Nasional (UN) dan panitia lelang naskah Ujian Nasional (UN). Dia mengaku tidak terlibat dalam tender itu.

Mendikbud Muhammad Nuh menjelaskan, meskipun anggaran UN diturunkan dari kementerian. Namun penyelenggara UN yang sebenarnya adalah Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Badan ini merupakan badan independen yang dibentuk dengan adanya PP No 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Standar yang dikembangkan oleh BSNP berlaku efektif dan mengikat semua satuan pendidikan secara nasional.

Selanjutnya, Nuh menyatakan, yang bertanggung jawab soal tender perusahaan percetakan ialah di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) yang berada di bawah Kemendikbud. Dia mengatakan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam tender ialah Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) yang bertanggung jawab di bawah Kabalitbang.

"Di dalam kontrak itu tidak ada nama saya. Jadi kalau mau tanya detail tentang kontrak ya ke Balitbang,” katanya di Gedung Kemendikbud di Jakarta, Kamis (18/4/2013).

Mantan Menkominfo menjelaskan, nanti setelah kementerian selesai mengurus distribusi soal ke daerah yang kurang maka dia akan meminta pertanggung jawaban BSNP dan Balitbang. Dia akan menanyakan tugas masing-masing di BSNP dan Balitbang. Selanjutnya keduanya harus bertanggung jawab atas apa yang telah dikerjakan.

Dia menjelaskan, saat ini kementerian terus melakukan investigasi. Investigasi dilakukan di tiga titik yakni di pengadaan, panitia pelaksana dan percetakan. Dia menyatakan, dari hasil investigasi inspektur jenderal akan diketahui siapa panitia pelaksana yang lalai.

Dia menyatakan, pada saat ini dia memang mengambil tanggung jawab agar UN ini terlaksana dengan baik. Pasalnya, jika tanggung jawab pelaksanaan UN tidak diambil alih setelah ada kelalaian di percetakan maka UN akan makin amburadul.

“Nanti habis ini saya mohon BSNP dan Balitbang memberikan penjelasan langsung ke public sesuai dengan tugas masing-masing. Jadi tugas total distribusi soal UN saya ambil, nanti habis ini saya bagi-bagi tanggung jawab ke mereka,” ujarnya.
(kri)
Berita Terkait
UN Ditiadakan, PPDB...
UN Ditiadakan, PPDB Jateng Tahun Ini Gunakan Nilai Rapor
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan Diadakannya Kembali Ujian Nasional
Menggagas Pengganti...
Menggagas Pengganti Terbaik UN
UN Kembali Ditiadakan,...
UN Kembali Ditiadakan, Penilaian Kelulusan Siswa Kewenangan Sekolah
Kabar UN Mau Diberlakukan...
Kabar UN Mau Diberlakukan Lagi Tahun Depan, Mendikdasmen Bilang Begini
Inilah 5 Negara Tanpa...
Inilah 5 Negara Tanpa Ujian Nasional
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved