Harus bijak nilai sikap SBY terkait batalnya Yenny
Kamis, 18 April 2013 - 12:43 WIB
Harus bijak nilai sikap SBY terkait batalnya Yenny
A
A
A
Sindonews.com - Sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikritik lantaran menyampaikan kepentingan Partai Demokrat di Istana Negara.
Menyikapi hal itu, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bathoegana mengatakan, tidak perlu SBY ke luar Istana jika mau menyampaikan pernyataan mengenai partai politik.
"Semuanya tidak mesti langsung ke luar Istana dan masuk lagi. Dia presiden siang dan malam, kita harus mengerti dong," ujar Sutan saat dihubungi wartawan, Kamis (18/4/2013).
Ketua Komisi VII DPR RI ini menyatakan, SBY yang juga Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, menyampaikan banyak hal tidak hanya mengklarifikasi mengenai batalnya Yenny Wahid bergabung ke Demokrat. "Masa mau ngomong Yenny, pindah ke restoran padang. Itu harus kearifan kita menyampaikan sesuatu," ucapnya.
Menurutnya, dalam diri SBY melekat sebagai kepala negara dan Ketum Demokrat, Sutan meminta tidak ditanggapi berlebihan. "Menurut saya jangan terlalu sensitif," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar konferensi Pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 17 April 2013, malam. Ironisnya, konferensi pers yang digelar pukul 20.30 WIB itu, hanya membahas mengenai batalnya Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB), Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid bergabung ke Partai Demokrat.
Menyikapi hal itu, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bathoegana mengatakan, tidak perlu SBY ke luar Istana jika mau menyampaikan pernyataan mengenai partai politik.
"Semuanya tidak mesti langsung ke luar Istana dan masuk lagi. Dia presiden siang dan malam, kita harus mengerti dong," ujar Sutan saat dihubungi wartawan, Kamis (18/4/2013).
Ketua Komisi VII DPR RI ini menyatakan, SBY yang juga Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, menyampaikan banyak hal tidak hanya mengklarifikasi mengenai batalnya Yenny Wahid bergabung ke Demokrat. "Masa mau ngomong Yenny, pindah ke restoran padang. Itu harus kearifan kita menyampaikan sesuatu," ucapnya.
Menurutnya, dalam diri SBY melekat sebagai kepala negara dan Ketum Demokrat, Sutan meminta tidak ditanggapi berlebihan. "Menurut saya jangan terlalu sensitif," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar konferensi Pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 17 April 2013, malam. Ironisnya, konferensi pers yang digelar pukul 20.30 WIB itu, hanya membahas mengenai batalnya Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB), Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid bergabung ke Partai Demokrat.
(maf)