Pilih urus UN, Ombudsman sesalkan ketidakhadiran Mendikbud
Rabu, 17 April 2013 - 21:05 WIB
Pilih urus UN, Ombudsman sesalkan ketidakhadiran Mendikbud
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Ombudsman Republik Indonesia memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh pada Kamis (18/4/2013) besok batal. Pasalnya, Mendikbud tak akan menghadiri panggilan tersebut.
Ombudsman pun menyesalkan keputusan Mendikbud yang tidak memenuhi undangan penyampaian klarifikasi terkait penundaan Ujian Nasional (UN) di 11 provinsi pada 2013. Padahal sebagaimana surat undangan yang dilayangkan lembaga negara pengawasan pelayanan publik itu, Mendikbud M.Nuh diharapkan hadir di Kantor Ombudsman RI besok pukul 13.30 WIB.
Melalui Surat No. 35189/A.A5/LL/2013 tertanggal 17 April 2013 yang ditandatangani Sekjen Kemendikbud Ainun Naim, Mendikbud menyatakan dirinya belum bisa memenuhi undangan pada esok hari. Alasannya, berdasarkan surat tersebut, karena saat ini Mendikbud sedang menyiapkan pelaksanaan UN.
Sebelum surat tanggapan dari Kemendikbud itu diterima Ombudsman sore tadi pukul 16.30 WIB, salah seorang Asisten Ombudsman menghubungi Staf Sekretaris Mendikbud untuk menanyakan kepastian akan kehadiran menteri ke Kantor Ombudsman.
Diinformasikan, Mendikbud ingin hadir sendiri dalam pertemuan tersebut sehingga tidak ingin mewakilkan kepada jajaran pejabat Kemendikbud lainnya untuk menghadiri undangan Ombudsman RI.
"Karena sedang menyiapkan pelaksanaan UN, Mendikbud tidak bisa memenuhi undangan," ujar Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, Budi Santoso, yang menirukan kalimat dalam surat tanggapan dari Kemendikbud, dalam keterangan resminya, Rabu (17/4/2013).
Atas ketidakhadiran itu, tutur Budi, Ombudsman RI sangat menyesalkannya karena pada kesempatan pertemuan tersebut sebenarnya dapat digunakan oleh Mendikbud untuk menjelaskan secara lebih komprehensif mengenai duduk masalah yang sebenarnya terjadi hingga mengakibatkan penundaan UN pada tahun ini.
Namun begitu, kata Budi, Ombudsman RI akan menjadwalkan ulang permintaan penjelasan/klarifikasi dari Mendikbud terkait penguluran waktu pelaksanaan UN sekitar akhir April atau awal Mei 2013.
"Sambil kami melihat perkembangan dan situasi yang terjadi di lapangan," pungkas Budi.
Ombudsman pun menyesalkan keputusan Mendikbud yang tidak memenuhi undangan penyampaian klarifikasi terkait penundaan Ujian Nasional (UN) di 11 provinsi pada 2013. Padahal sebagaimana surat undangan yang dilayangkan lembaga negara pengawasan pelayanan publik itu, Mendikbud M.Nuh diharapkan hadir di Kantor Ombudsman RI besok pukul 13.30 WIB.
Melalui Surat No. 35189/A.A5/LL/2013 tertanggal 17 April 2013 yang ditandatangani Sekjen Kemendikbud Ainun Naim, Mendikbud menyatakan dirinya belum bisa memenuhi undangan pada esok hari. Alasannya, berdasarkan surat tersebut, karena saat ini Mendikbud sedang menyiapkan pelaksanaan UN.
Sebelum surat tanggapan dari Kemendikbud itu diterima Ombudsman sore tadi pukul 16.30 WIB, salah seorang Asisten Ombudsman menghubungi Staf Sekretaris Mendikbud untuk menanyakan kepastian akan kehadiran menteri ke Kantor Ombudsman.
Diinformasikan, Mendikbud ingin hadir sendiri dalam pertemuan tersebut sehingga tidak ingin mewakilkan kepada jajaran pejabat Kemendikbud lainnya untuk menghadiri undangan Ombudsman RI.
"Karena sedang menyiapkan pelaksanaan UN, Mendikbud tidak bisa memenuhi undangan," ujar Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, Budi Santoso, yang menirukan kalimat dalam surat tanggapan dari Kemendikbud, dalam keterangan resminya, Rabu (17/4/2013).
Atas ketidakhadiran itu, tutur Budi, Ombudsman RI sangat menyesalkannya karena pada kesempatan pertemuan tersebut sebenarnya dapat digunakan oleh Mendikbud untuk menjelaskan secara lebih komprehensif mengenai duduk masalah yang sebenarnya terjadi hingga mengakibatkan penundaan UN pada tahun ini.
Namun begitu, kata Budi, Ombudsman RI akan menjadwalkan ulang permintaan penjelasan/klarifikasi dari Mendikbud terkait penguluran waktu pelaksanaan UN sekitar akhir April atau awal Mei 2013.
"Sambil kami melihat perkembangan dan situasi yang terjadi di lapangan," pungkas Budi.
(kri)