Antisipasi bocoran, soal UN 11 provinsi harus diubah

Rabu, 17 April 2013 - 06:24 WIB
Antisipasi bocoran,...
Antisipasi bocoran, soal UN 11 provinsi harus diubah
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati merespon positif langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membentuk tim investigasi untuk mencari penyebab keterlambatan soal Ujian Nasional (UN) di 11 provinsi.

Selanjutnya, komisinya akan segera memanggil pihak Kemendikbud untuk menjelaskan persoalan mengapa kondisi itu bisa terjadi.

"Kami menyesalkan hal itu terjadi, apalagi karena alasan teknis. UN itu kegiatan rutin tahunan, kenapa kondisi ini terjadi, harusnya semakin tahun semakin bagus," tukas Reni ketika dihubungi, Rabu (7/4/2013).

Alasan karena pihak kontraktor tidak bisa menyelesaikan proses pencetakan soal UN itu sangat naif.

"Kontraktor itu kan tidak berdiri sendiri, ada prosesnya, bagaimana itu bisa terjadi," tukas politikus wanita dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Kegiatan UN itu sama halnya dengan lebaran yang dirayakan setahun sekali. "Seperti juga lebaran, orang akan melaksanakan hari raya itu kan semua sudah dipersiapkan, aturannya seperti apa, demikian pula UN, aturan bagaimana, apa yang akan diantisipasi," ujar Reni lagi.

Soal ada dugaan ketidakberesan proses tender, Reni belum berani menduga-duga. Pihaknya masih menunggu proses investigas dan selanjutnya akan segera memanggil pihak Kemendikbud. "Kami akan lihat apa hasilnya dari investigasi itu lebih dahulu," tukas anggota legislatif dapil Jabar ini.

Menurut Reni, akibat keterlambatan dan penundaan UN telah menimbulkan dampak luar biasa terhadap peserta didik.

"Secara psikologis jelas berdampak, mereka siswa sudah mempersiapkan UN tiba-tiba harus diundur hari Rabu bahkan Kamis, ini dampak psikologisnya besar," ujarnya.

Dampak lainnya, sekarang ini timbul kekhawatiran dari siswa yang telah melaksanakan UN lebih dahulu. Bisa jadi, peserta didik di 11 provinsi yang UN-nya diundur nilainya akan tinggi-tinggi.

"Sebab, pasti akan banyak bocoran, itu sangat mungkin," Reni menduga.

Untuk menghindari hal itu, maka sebaiknya, pihak Kemendikbud harus mengubah soal UN agar tidak sama. Perubahan soal UN juga sebagai bentuk tanggung jawab Kemendikbud atas keterlambatan soal UN tersebut.

"Harus diubah soal-soal ujiannya, jangan sama. Karena waktu saya meninjau beberapa sekolah para guru dan siswa sudah khawatir, nilai di 11 provinsi itu pasti tinggi-tinggi, ini fakta. Kemendikbud harus bertanggung jawab,"tegas Reni.
(lns)
Berita Terkait
UN Ditiadakan, PPDB...
UN Ditiadakan, PPDB Jateng Tahun Ini Gunakan Nilai Rapor
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan Diadakannya Kembali Ujian Nasional
Menggagas Pengganti...
Menggagas Pengganti Terbaik UN
UN Kembali Ditiadakan,...
UN Kembali Ditiadakan, Penilaian Kelulusan Siswa Kewenangan Sekolah
Kabar UN Mau Diberlakukan...
Kabar UN Mau Diberlakukan Lagi Tahun Depan, Mendikdasmen Bilang Begini
Inilah 5 Negara Tanpa...
Inilah 5 Negara Tanpa Ujian Nasional
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved