Melalui twitter, SBY ingin UN SMP tak tertunda
Selasa, 16 April 2013 - 23:50 WIB
Melalui twitter, SBY ingin UN SMP tak tertunda
A
A
A
Sindonews.com - Melalui akun twitternya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh. Pemanggilan itu terkait dengan tertundanya Ujian Nasional (UN) di 11 provinsi.
Dalam aku twitter @SBYudhoyono menuliskan. "1. Berkaitan dengan keterlambatan UN di 11 provinsi, hari ini saya memanggil Mendikbud untuk mengetahui apa yang dilakukan. *SBY*," tulis SBY di akun twitternya, Selasa (16/4/2013).
Pada menit berikutnya, Ketua Umum Partai Demokrat itu menuliskan kembali. "2. Atas laporan Mendikbud, saya instruksikan 3 hal. Semuanya utk mengatasi keterlambatan itu, yang sebenarnya tidak perlu terjadi. *SBY*," kata dia.
Pada pemanggilan itu, Presiden mengintruksikan agar Mendikbud segera mengirimkan naskah soal UN. "3. Pertama, pastikan naskah ujian sampai di 11 provinsi sebelum dimulai UN di tempat itu. Cek sampai ke Kabupaten & Kota. *SBY*," tulisnya.
Bahkan, untuk memecahkan permasalahan itu, SBY sudah berkoordinasi terhadap Panglima Laksamana TNI Agus Martono. Pada menit berikutnya SBY menuliskan, "Bantuan angkutan udara dgn pesawat TNI AU agar dilanjutkan. Saya sudah instruksikan ke Panglima TNI & Kasau. *SBY*," kicaunya.
"5. Khusus distribusi naskah UN ke 11 provinsi ini, pengamanan bahan ujian harus dijaga. Saya sudah instruksikan ke Kapolri. *SBY*," tulisnya.
Bahklan dia juga mengimbau, agar UN pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak ada permasalahan yang sama seperti sekarang ini. "6. Kedua, jangan sampai UN untuk tingkat SMP ada yang terlambat lagi. Semua dicek kesiapannya, sejak sekarang. *SBY*," harapnya.
Pada tulisan berikutnya dia tetap meminta tim investigasi untuk mencari tahu, sebab keterlambatan pencetakan soal ujian itu. "7. Ketiga, saya tetap minta dilakukan pemeriksaan, mengapa ada percetakan yang terlambat. Masalah teknis atau penyimpangan?," tandasnya.
"8. Untuk kelancaran UN ini, saya instruksikan Mendikbud untuk bekerja sama dengan para Gubernur, Bupati dan Walikota. *SBY*," imbuhnya.
Bahkan, SBY juga mengharapkan, Kementerian yang dipimpin oleh M Nuh itu segera membuat posko. "9. Dalam keadaan "darurat" ini, Kemdikbud harus buka "posko" dan bekerja siang & malam. Semua wajib bertanggung jawab. *SBY*," imbuhnya lagi.
Kendati demikian, SBY meminta maaf atas keterlambatan UN 2013 di 11 provinsi itu. "Pemerintah meminta maaf atas keterlambatan UN ini. Terima kasih kpd yg ikut membantu & mengatasinya, serta masukan melalui akun ini. *SBY*," tuturnya.
Dalam aku twitter @SBYudhoyono menuliskan. "1. Berkaitan dengan keterlambatan UN di 11 provinsi, hari ini saya memanggil Mendikbud untuk mengetahui apa yang dilakukan. *SBY*," tulis SBY di akun twitternya, Selasa (16/4/2013).
Pada menit berikutnya, Ketua Umum Partai Demokrat itu menuliskan kembali. "2. Atas laporan Mendikbud, saya instruksikan 3 hal. Semuanya utk mengatasi keterlambatan itu, yang sebenarnya tidak perlu terjadi. *SBY*," kata dia.
Pada pemanggilan itu, Presiden mengintruksikan agar Mendikbud segera mengirimkan naskah soal UN. "3. Pertama, pastikan naskah ujian sampai di 11 provinsi sebelum dimulai UN di tempat itu. Cek sampai ke Kabupaten & Kota. *SBY*," tulisnya.
Bahkan, untuk memecahkan permasalahan itu, SBY sudah berkoordinasi terhadap Panglima Laksamana TNI Agus Martono. Pada menit berikutnya SBY menuliskan, "Bantuan angkutan udara dgn pesawat TNI AU agar dilanjutkan. Saya sudah instruksikan ke Panglima TNI & Kasau. *SBY*," kicaunya.
"5. Khusus distribusi naskah UN ke 11 provinsi ini, pengamanan bahan ujian harus dijaga. Saya sudah instruksikan ke Kapolri. *SBY*," tulisnya.
Bahklan dia juga mengimbau, agar UN pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak ada permasalahan yang sama seperti sekarang ini. "6. Kedua, jangan sampai UN untuk tingkat SMP ada yang terlambat lagi. Semua dicek kesiapannya, sejak sekarang. *SBY*," harapnya.
Pada tulisan berikutnya dia tetap meminta tim investigasi untuk mencari tahu, sebab keterlambatan pencetakan soal ujian itu. "7. Ketiga, saya tetap minta dilakukan pemeriksaan, mengapa ada percetakan yang terlambat. Masalah teknis atau penyimpangan?," tandasnya.
"8. Untuk kelancaran UN ini, saya instruksikan Mendikbud untuk bekerja sama dengan para Gubernur, Bupati dan Walikota. *SBY*," imbuhnya.
Bahkan, SBY juga mengharapkan, Kementerian yang dipimpin oleh M Nuh itu segera membuat posko. "9. Dalam keadaan "darurat" ini, Kemdikbud harus buka "posko" dan bekerja siang & malam. Semua wajib bertanggung jawab. *SBY*," imbuhnya lagi.
Kendati demikian, SBY meminta maaf atas keterlambatan UN 2013 di 11 provinsi itu. "Pemerintah meminta maaf atas keterlambatan UN ini. Terima kasih kpd yg ikut membantu & mengatasinya, serta masukan melalui akun ini. *SBY*," tuturnya.
(mhd)