Yenny sebut tawaran Demokrat datangnya telat

Selasa, 16 April 2013 - 15:32 WIB
Yenny sebut tawaran...
Yenny sebut tawaran Demokrat datangnya telat
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB), Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid batal bergabung ke Partai Demokrat.

Putri mantan Presiden (Alm) KH Aburrahman Wahid ini menuturkan, tawaran politik dari Partai Demokrat ini datangnya terlambat.

"Tawaran dari Partai Demokrat ini datangnya agak terlambat, jadi itu yang menjadi pertimbangan utama saya salah satunya untuk memutuskan tetap berada di luar struktur," ujar Direktur Wahid Institute ini saat jumpa pers di Kantor DPP PKBIB, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2013).

Lebih lanjut dia mengatakan, banyak mantan kader PKBIB telah memproses pencalegan dari partai-partai lain. "Kalau saya kemudian berada dalam suatu parpol khusus, tentu tak bisa mengayomi teman-teman yang ada di partai lain. Prinsip yang kami anut pada saat ini, kami tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana," ucapnya.

Sebelumnya, Yenny mengakui, untuk menampung kiprah kader PKBIB menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang, dia merencanakan menghidupkan kembali wadah organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Kebangkitan Nusantara (Getara).

"Para pengikut Gus Dur dan simpatisan politik PKBIB masih bisa menyalurkan aspirasi politik mereka melalui ormas Gatara. Suara kami cukup signifikan untuk memperjuangkan calon presiden yang betul-betul berjuang untuk kepentingan rakyat," ujarnya.
(maf)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Judul RUU Perampasan...
Judul RUU Perampasan Aset Diubah Menjadi RUU Pemulihan Aset? Ini Pandangan Pakar Hukum Pidana
96 Perwira Duduki Jabatan...
96 Perwira Duduki Jabatan Strategis di Bareskrim pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Prabowo Minta Tindakan...
Prabowo Minta Tindakan Tegas Terhadap Penyelewengan Tak Merusak Stabilitas Nasional
Infografis
Elon Musk Sebut Zelensky...
Elon Musk Sebut Zelensky Juara Perampokan Uang AS Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved