Koalisi Pendidikan desak UN dihentikan

Selasa, 16 April 2013 - 08:03 WIB
Koalisi Pendidikan desak...
Koalisi Pendidikan desak UN dihentikan
A A A
Sindonews.com - Koalisi Pendidikan (KP) mendesak agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghentikan Ujian Nasional (UN). Mereka berkaca pada carut-marut penyelenggaraan UN dan masih banyaknya kecurangan yang ditemukan di sejumlah daerah.

"Koalisi Pendidikan sudah meminta UN dihentikan sejak lama. Sejak 2003 kita sudah ngomong begitu," ujar Aktivis Koalisi Pendidikan Jimmy Paat, ketika dihubungi Sindonews, Selasa (16/4/2013).

Pertama, pihaknya menganggap penilaian pada siswa harus ada pada guru dalam artian sekolah. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan.

"Kedua, orang akan terus melakukan perlawanan keliru atau menyimpang dengan melakukan pembocoran. Itu sudah dilakukan sejak berpuluh-puluh tahun lalu."

"Seingat saya waktu saya SD ada UN tahun 1967, pasti ada guru memberikan jawaban. Takut enggak lulus muridnya, guru memberikan jawaban bagi yang belum terisi. Sehingga kemudian UN ditiadakan," sambungnya.

Ia menuturkan, selama ini banyak pihak berpandangan jika penilaian dikembalikan kepada sekolah maka akan rentan kecurangan. Pihak sekolah dengan mudah mengkatrol nilai para siswanya agar bisa melenggang dengan mudah ke perguruan tinggi.

"Jika sekolah berbuat curang, itu akan dinilai oleh perguruan tinggi. Kalau nilai ujiannya bagus, ternyata mahasiswanya jelek ketika tingkat satu. Akhirnya sekolah itu di bisa blacklist sama perguruan tinggi," tegasnya.

Menurutnya, perbuatan curang itu akan merugikan sekolah yang bersangkutan karena para siswanya tak diterima di perguruan tinggi favorit. Sehingga, hal itu akan menjadi pelajaran untuk sekolah untuk tak berbuat curang dan benar-benar menempa anak didiknya dengan baik.

"Akhirnya PT bisa menilai, mana sekolah yang melakukan manipulasi terhadap nilai siswanya. Jadinya guru-guru nantinya serius mengajar dan menempa para muridnya. Mereka akan bekerja keras agar anak-anak mau belajar," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
UN Ditiadakan, PPDB...
UN Ditiadakan, PPDB Jateng Tahun Ini Gunakan Nilai Rapor
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan Diadakannya Kembali Ujian Nasional
Menggagas Pengganti...
Menggagas Pengganti Terbaik UN
UN Kembali Ditiadakan,...
UN Kembali Ditiadakan, Penilaian Kelulusan Siswa Kewenangan Sekolah
Kabar UN Mau Diberlakukan...
Kabar UN Mau Diberlakukan Lagi Tahun Depan, Mendikdasmen Bilang Begini
Inilah 5 Negara Tanpa...
Inilah 5 Negara Tanpa Ujian Nasional
Berita Terkini
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved