DPR: Penundaan UN preseden buruk dunia pendidikan

Selasa, 16 April 2013 - 06:04 WIB
DPR: Penundaan UN preseden...
DPR: Penundaan UN preseden buruk dunia pendidikan
A A A
Sindonews.com -Komisi yang membidangi pendidikan merasa perlu mengklarifikasi perihal kisruh penundaan Ujian Nasional (UN) di 11 provinsi. Untuk itu, dalam waktu dekat ini Komisi X DPR berencana memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh.

"Rencana minggu depan, karena dalam minggu ini Komisi X banyak yang Kungker ke berbagai daerah. Informasinya minggu depan akan dilakukan pemanggilan kepada Kemendikbud terkait peristiwa ini," ujar Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati melalui sambungan telepon kepada Sindonews, Senin (15/4/2013) malam.

Reni mengatakan, pihaknya merasa perlu meminta penjelasan Mendikbud secara detail terkait keterlambatan UN ini agar persitiwa yang sama tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

"Karena kejadian penundaan ini menimbukan preseden yang buruk, dampak yang dimunculkan pada anak-anak pelajar ketegangan psikologis. Yang tadinya senin berubah menjadi Rabu atau Kamis," ujarnya.

Reni yang saat ini sedang melakukan kunjungan kerja ke daerah pemilihan-nya (dapil) di Jawa Barat mengaku melakukan peninjauan langsung ke sekolah-sekolah setempat. Akibat keterlambatan UN secara bersamaa-sama di tanah air, dirinya mendengar berbagai keluhan dari guru.

"Guru-guru mengatakan begini, ibu nanti 11 provinsi itu nilainya lebih bagus dari kami. Kenapa? karena dikhawatirkan ada kebocoran informasi dari provinsi yang sudah melaksanakan UN kepada provinsi yang belum," jelasnya.

Ketua DPP PPP ini merasa, alasan alasan yang diungkapkan para guru sangat masuk akal. Sehingga, ia menyarankan, sudah seharusnya ketika 11 provinsi yang mengalami penundaan UN soal-soalnya diganti.

"Kalau soalnya sama kebocoran pasti terjadi. Kalau sisi nyontek memang susah karena sudah menggunakan barcode, kemudian ada 20 paket soal," tandasnya.

Ketika disinggung, apakah penundaan ini karena permainan bisnis kontraktor? Reni enggan berspekulasi terlalu jauh. Ia menambahkan, kontraktor yang bermasalah bukanlah domain Komisi X melainkan Kemendikbud.

"Sesuai dengan kewenangan kami sebagai mitra Mendikbud, kita menulusrinya melalui Kemendikbud. Tidak dalam kapasitas kami langsung menerabas kepada kontraktornya itu. Tapi kita kan minta penjelasan yang terang benderang kepada Kemendikbud tentang semua hal," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
UN Ditiadakan, PPDB...
UN Ditiadakan, PPDB Jateng Tahun Ini Gunakan Nilai Rapor
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan Diadakannya Kembali Ujian Nasional
Menggagas Pengganti...
Menggagas Pengganti Terbaik UN
UN Kembali Ditiadakan,...
UN Kembali Ditiadakan, Penilaian Kelulusan Siswa Kewenangan Sekolah
Kabar UN Mau Diberlakukan...
Kabar UN Mau Diberlakukan Lagi Tahun Depan, Mendikdasmen Bilang Begini
Inilah 5 Negara Tanpa...
Inilah 5 Negara Tanpa Ujian Nasional
Berita Terkini
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved