Twitteran, SBY dinilai meniru gaya Anas Urbaningrum
Senin, 15 April 2013 - 08:12 WIB
Twitteran, SBY dinilai meniru gaya Anas Urbaningrum
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah meluncurkan akun twitternya secara resmi @SBYudhoyono. Bahkan cara SBY ini dinilai sebagai langkah mencontek gaya mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Maka itu, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Iding R Hasan mengatakan, jika hal itu disebut meniru gaya mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, tidak bisa disalahkan juga orang berpandangan seperti itu. Karena, Anas lebih dulu menggunakan twitter sebagai ocehannya di dunia maya (Dumay).
"Saya sih lebih melihat sebagai upaya untuk lebih mengetahui suara rakyat. Dibilang ikut-ikutan boleh jadi, sebab yang lain-lain kan sudah lebih dulu memilikinya," kata dia kepada Sindonews, Minggu (14/4/2013).
Dia juga menambahkan, bisa jadi dengan dibuatnya twitter milik SBY, itu akan melawan opini publik lewat sosial media (Sosmed). "Mungkin juga sebagai upaya untuk menangkal atau mengcounter serangan pada dirinya di dunia sosmed, termasuk tweetnya Anas Urbaningrum," pungkasnya.
Kendati sosmed itu bertujuan untuk menyapa masyarakat Indonesia, menurut dia, itu bukan hal yang efektif untuk mendegarkan keluhan dari publik. Dia mengatakan, saat musim banjir, sebelumnya SBY juga meniru gaya blususkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), gaya itu lebih efisien untuk menegur sapa bagi masyarakat Indonesia ketimbang menggunakan Sosmed.
"Jadi, kurang efisien sebenarnya, terutama kalau dihubungkan untuk pembuatan kebijakan. Cara blusukan ala Jokowi tetap lebih efisien," tandasnya.
Maka itu, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Iding R Hasan mengatakan, jika hal itu disebut meniru gaya mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, tidak bisa disalahkan juga orang berpandangan seperti itu. Karena, Anas lebih dulu menggunakan twitter sebagai ocehannya di dunia maya (Dumay).
"Saya sih lebih melihat sebagai upaya untuk lebih mengetahui suara rakyat. Dibilang ikut-ikutan boleh jadi, sebab yang lain-lain kan sudah lebih dulu memilikinya," kata dia kepada Sindonews, Minggu (14/4/2013).
Dia juga menambahkan, bisa jadi dengan dibuatnya twitter milik SBY, itu akan melawan opini publik lewat sosial media (Sosmed). "Mungkin juga sebagai upaya untuk menangkal atau mengcounter serangan pada dirinya di dunia sosmed, termasuk tweetnya Anas Urbaningrum," pungkasnya.
Kendati sosmed itu bertujuan untuk menyapa masyarakat Indonesia, menurut dia, itu bukan hal yang efektif untuk mendegarkan keluhan dari publik. Dia mengatakan, saat musim banjir, sebelumnya SBY juga meniru gaya blususkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), gaya itu lebih efisien untuk menegur sapa bagi masyarakat Indonesia ketimbang menggunakan Sosmed.
"Jadi, kurang efisien sebenarnya, terutama kalau dihubungkan untuk pembuatan kebijakan. Cara blusukan ala Jokowi tetap lebih efisien," tandasnya.
(mhd)