PPP tak setuju presiden rangkap jabatan

Rabu, 03 April 2013 - 18:47 WIB
PPP tak setuju presiden...
PPP tak setuju presiden rangkap jabatan
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, pemimpin negara sudah selaiknya tidak memiliki rangkap jabatan.

Manurutnya, jika sudah pada posisi presiden, tidak diwajibkan untuk menjabat posisi lainnya. Karena tugas seorang presiden haruslah fokus kepada persoalan kenegaraan.

"Idealnya seorang presiden tidak lagi direpotkan oleh persoalan di luar kenegaraan," ujar Lukman Hakim setelah acara kunjungan Bawaslu di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2013).

Menurutnya, walaupun seorang presiden sudah memiliki menteri yang membantu tugas kenegaraannya, tidak sepantasnya menjabat rangkap sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Seperti yang kita ketahui, beberapa hari lalu Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru saja terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat, di Bali. Dalam posisi itu, SBY meyakini bahwa dia bisa memimpin negara sekaligus memimpin partai.

Sebelumnya, mantan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution, ikut mengkritisi terpilihnya SBY menjadi Ketum Demokrat tersebut.

Menurut pria yang juga sebagai Direktur Constitution Centre Adnan Buyung Nasution (Concern ABN) ini, semestinya SBY bisa mencontoh Presiden Filipina periode 1935 sampai 1944, Manuel L Quezon.

"Saya ingin memberikan contoh Presiden Filipina periode tahun 1935 sampai 1986 pernah mengatakan, my loyality to my party ends, when my loyality to my country begins. Loyalitas kita terhadap partai berhenti, ketika saya mulai memberikan loyalitas saya kepada negara," kata Adnan Buyung Nasution menirukan ucapan Presiden Filipina periode tahun 1935 sampai 1944 Manuel L Quezon itu, saat jumpa pers di Kantor Concern ABN, Jalan Sampit I Nomor 56, Jakarta Selatan.
(maf)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved