Tri Dianto akan kaji putusan KLB Demokrat di Bali

Selasa, 02 April 2013 - 09:32 WIB
Tri Dianto akan kaji...
Tri Dianto akan kaji putusan KLB Demokrat di Bali
A A A
Sindonews.com - Gagal sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, mantan Ketua Dewan Pimpinan cabang Demokrat Cilacap, Jawa tengah Tri Dianto tampaknya tidak setuju dengan terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketum Demokrat.

"Saya sedang mengkaji apakah KLB (ongres luar biasa) kemarin itu sah atau tidak? Karena saya melihat KLB kemarin adalah dagelan dan sekenario yang sudah di rencanakan agar KLB aklamasi dengan menabrak demokrasi," ujar Tri saat dihubungi, Selasa (2/3/2013).

Dia menduga, adanya tekanan dari pihak tertentu sehingga calon lain batal mencalonkan diri sebagai Ketum Demokrat. Meskipun Tri tidak bisa menyebutkan secara detil tekanan yang dimaksud. Tapi, mantan pengusaha jamu ini merasa dirugikan karena tidak diperbolehkan masuk ke arena kongres.

Sementara Panitia berasalan, Tri bukan lagi pemilik suara sah karena sudah mundur sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap, Jawa Tengah. "Saya sendiri merasa dirugikan dengan tidak boleh masuk ke acara KLB, malah saya disandera oleh panitia dan itu melanggar HAM," kata dia.

Bahkan, Tri sesumbar akan menggelar KLB tandingan. "Ya pasti lah (KLB tandingan) karena kalau KLB nya cacat kan tidak bagus," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, lewat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Bali, 30-31 Maret 2013, menetapkan SBY sebagai Ketum DPP Partai Demokrat.

Penetapan SBY sebagai Ketum Demokrat, dituangkan dalam SK Nomor 04/KLB/PD/III/2013. Keputusan penetapan ketua umum terpilih PD dibacakan oleh Ketua Sidang KLB, EE Mangindaan di ruang rapat KLB di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Sabtu 30 Maret 2013.

Padahal sebelumnya, banyak nama yang beredar untuk menggantikan posisi yang sudah ditinggalkan oleh Anas Urbaningrum tersebut. Sebut saja Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Pramono Edhi wibowo, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Selain itu dari pihak internal Demokrat ada Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Demokrat Saan Mustopa, Sekjen Edhie baskoro Yudhoyono (Ibas), Wakil Dewan Pembinan Demokrat Marzuki Alie, dan Wakil Ketua Umum Max Supacua.

Namun, nama-nama itu hilang setelah SBY menerima permintaan DPD dan DPC partai Demokrat agar SBY yang memimpin partai tersebut.
(mhd)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved