Mutu pendidikan guru inti kualitas pendidikan

Selasa, 02 April 2013 - 01:20 WIB
Mutu pendidikan guru...
Mutu pendidikan guru inti kualitas pendidikan
A A A
Sindonews.com - Perubahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013, bukan penyelesaian dari persoalan kualitas pendidikan nasional.

Menurut Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Djamaludin Ancok, inti penyelesaian masalah pendidikan di Indonesia terletak pada guru sebagai pelaksana kurikulum itu sendiri.

"Peningkatan mutu pendidikan dimulai dari mutu pendidikan guru itu sendiri. Hal ini tidak hanya berlaku di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Guru wajib menguasai pembelajaran secara afektif, kognitif dan psikomotorik. Untuk mendapatkan semua itu tentu bisa dilakukan dengan pelatihan," ujar Djamaludin Ancok, di Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, Yogyakarta, Senin (1/4/2013).

Ancok mengatakan, kebanyakan guru di Indonesia saat ini justru mengajar tidak lagi menggunakan hati. Tugas mengajar lebih diartikan sebagai cara untuk mendapatkan uang lebih melalui tunjangan sertifikasi atau bonus prestasi keberhasilan dalam ujian nasional.

Di lain pihak, para guru tersebut melupakan tugas utama mereka yakni memotivasi siswa untuk terus maju dan memiliki prestasi unggul. "Cara motivasi ini justru tidak diujikan saat guru ujian sertifikasi. Pengujian yang dilakukan lebih bersifat kognitiif atau pengetahuan berdasarkan hafalan saja. Kalau begitu bagaimana pendidikan kita bisa maju jika gurunya hanya mengejar uang dan mengajar tidak sampai pada tahap psikomotorik pada anak," tegasnya.

Diakui Ancok memang tidak mudah membina jumlah guru Indonesia yang mencapai hampir tujuh juta orang. Namun jika pemerintah dengan di bantu masyarakat fokus pada pembinaan guru, hal tersebut bisa dilaksanakan.

"Fokus dulu saja membina guru, tidak perlu bikin proyek perubahan ini itu, termasuk kurikulum. Ibaratnya kurikulum sebagai senjata dan guru sebagai penembak. Sebagus apapun senjata kalau yang menembak tidak terlatih, sasaran tentu tidak kena," imbuhnya.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved