Takut dengan SBY, kader Demokrat hanya menggerutu
Minggu, 31 Maret 2013 - 07:15 WIB
Takut dengan SBY, kader Demokrat hanya menggerutu
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Politik Universitas Indonesia Budiatna mengatakan, banyak kader Partai Demokrat yang tidak suka dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, tidak ada kader yang berani melawam kekuasaan SBY tersebut.
"Tapi mereka pada enggak berani dengan SBY. Kalau Saan (Mustopa) sudah diabaikan dengan SBY. Kader yang tidak suka SBY hanya berani menggerutu di belakang saja," katanya saat dihubungi Sindonews, Minggu (31/3/2013).
Menurut dia, SBY telah melakukan kudeta terhadap mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. Kendati demikian, dia bisa memahami kenapa SBY melakukan itu. Karena, anak emasnya yang juga mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng tidak terpilih pada kongres DEmokrat di Bandung 2010 lalu.
"SBY itu otoriter. Tapi Anas, si anak bayi yang tak diinginkan kelahirannya yang menang terpilih jadi ketum (pada kongres 2010 di Bandung itu)," kata dia.
Sebelumnya, Lembaga Survei Nasional (LSN) mengeluarkan hasil surveinya terkait dengan calon Ketua Umum partau Demokrat (Ketum PD). Dari hasil survei itu menyatakan, masyarakat tidak mengharapkan Ketua Majelis Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai ketua umum (Ketum) partai.
"Mayoritas publik tidak menyetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Publik menilai Presiden SBY tidak konsisten," kata Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam siaran resminya yang diterima Sindonews, Jumat (29/3/2013).
Dia menjelaskan, SBY sering kali memerintahkan menterinya yang berasal dari partai politik (parpol) agar tetap fokus pada tugas kementeriannya daripada parpol masing-masing. Tetapi SBY sendiri yang mengkhianati ucapannya tersebut.
"Publik mengharapkan SBY sepenuhnya mencurahkan waktu untuk mengurus tugas-tugas negara dan pemerintahan," tandasnya.
"Tapi mereka pada enggak berani dengan SBY. Kalau Saan (Mustopa) sudah diabaikan dengan SBY. Kader yang tidak suka SBY hanya berani menggerutu di belakang saja," katanya saat dihubungi Sindonews, Minggu (31/3/2013).
Menurut dia, SBY telah melakukan kudeta terhadap mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. Kendati demikian, dia bisa memahami kenapa SBY melakukan itu. Karena, anak emasnya yang juga mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng tidak terpilih pada kongres DEmokrat di Bandung 2010 lalu.
"SBY itu otoriter. Tapi Anas, si anak bayi yang tak diinginkan kelahirannya yang menang terpilih jadi ketum (pada kongres 2010 di Bandung itu)," kata dia.
Sebelumnya, Lembaga Survei Nasional (LSN) mengeluarkan hasil surveinya terkait dengan calon Ketua Umum partau Demokrat (Ketum PD). Dari hasil survei itu menyatakan, masyarakat tidak mengharapkan Ketua Majelis Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai ketua umum (Ketum) partai.
"Mayoritas publik tidak menyetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Publik menilai Presiden SBY tidak konsisten," kata Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam siaran resminya yang diterima Sindonews, Jumat (29/3/2013).
Dia menjelaskan, SBY sering kali memerintahkan menterinya yang berasal dari partai politik (parpol) agar tetap fokus pada tugas kementeriannya daripada parpol masing-masing. Tetapi SBY sendiri yang mengkhianati ucapannya tersebut.
"Publik mengharapkan SBY sepenuhnya mencurahkan waktu untuk mengurus tugas-tugas negara dan pemerintahan," tandasnya.
(mhd)