LSN: Publik tak setuju SBY jadi Ketum Demokrat

Jum'at, 29 Maret 2013 - 14:37 WIB
LSN: Publik tak setuju...
LSN: Publik tak setuju SBY jadi Ketum Demokrat
A A A
Sindonews.com - Lembaga Survei Nasional (LSN) baru mengeluarkan hasil surveinya terkait dengan calon Ketua Umum partau Demokrat (Ketum PD). Dari hasil survei itu menyatakan, masyarakat tidak mengharapkan Ketua Majelis Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai ketua umum (Ketum) partai.

"Mayoritas publik tidak menyetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Publik menilai Presiden SBY tidak konsisten," kata Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam siaran resminya yang diterima Sindonews, Jumat (29/3/2013).

Dia menjelaskan, SBY sering kali memerintahkan menterinya yang berasal dari partai politik (parpol) agar tetap fokus pada tugas kementeriannya daripada parpol masing-masing. Tetapi SBY sendiri yang mengkhianati ucapannya tersebut.

"Publik mengharapkan SBY sepenuhnya mencurahkan waktu untuk mengurus tugas-tugas negara dan pemerintahan," tandasnya.

Berdasarkan hasil survei tersebut, 77,4 persen tidak setuju kalau SBY jadi Ketum Partai Demokrat, yang setuju hanya 10,2 persen, sedangkan 12,4 persen menjawab tidak tahu.

Dia mengatakan, sebanyak 39,3 persen beralasan SBY tidak fokus mengurus tugas kenegaraan, kemudian tidak konsisten 14,7 persen.

Selain itu, 11,5 persen kurang setuju dengan pencalonan SBY sebagai Ketum PD. Karena dapat menghambat kaderisasi kepemimpinan di internal partai tersebut. Lalu sebanyak 10,1 persen menilai keputusan tersebut dapat mencederai prinsip-prinsip demokrasi.

Survei yang dilakukan pada 1-15 Maret 2013 di 33 provinsi diseluruh Indonesia. Populasi dari survei LSN adalah seluruh penduduk Indonesia yang telah memiliki hak pilih (berusia 17 tahun ke atas, atau belum berusia 17 tahun tapi sudah menikah).

Jumlah sampel sebanyak 1.230 responden yang diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang (multistage random sampling). Simpangan kesalahan (margin of error) sebesar 2,8 persen dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) 95 persen.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan responden dengan berpedoman kuesioner. Survei ini dilengkapi dengan riset kualitatif melalui wawancara mendalam (depth-interview) dan analisis media.
(mhd)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved