Intelijen harus cekatan tanggapi isu politik

Sabtu, 23 Maret 2013 - 14:32 WIB
Intelijen harus cekatan...
Intelijen harus cekatan tanggapi isu politik
A A A
Sindonews.com - Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Bambang Shergi Laksmono mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan negara, harus menunjukkan kepemimpinan yang kokoh dan sanggup mengatasi berbagai situasi.

Menurutnya, pemerintahan harus memberikan sinyal meyakinan terhadap publik bahwa mereka sanggup berikan antisipasi berbagai kemungkinan. Hal itu terkait dengan adanya isu gerakan penggulingan atau kudeta yang bakal dilakukan pada 25 Maret 2013.

"Sinyal yang menenangkan itu sebagai respon politik, sejauh mana kerawanannya tak akan ada yang tahu kecuali intelijen," kata Bambang Shergi saat dihubungi wartawan, Sabtu (23/03/2013).

Selain isu kudeta, menurut Bambang, salah satu isu yang hangat menjadi gelombang protes yakni mahalnya berbagai bahan kebutuhan pokok. Salah satunya harga bawang putih dan bawang merah yang cenderung tinggi belakangan ini.

"Itu hal-hal bercabang menyatu tapi terpisah, soal bawang saya belum bisa menanggapi apakah itu sabotase politik atau bukan. Sabotase ekonomi demi tujuan politik, itu tugas negara untuk melakukan investigasi memberikan penerangan kepada publik," tandasnya.

Seperti diketahui, akan ada aksi menggulingkan Pemerintah SBY-Boediono oleh sejumlah aktivis yang tergabung dalam Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI).

MKRI ini berencana akan menggelar aksi massa pada 25 Maret mendatang. Sebelumnya, MKRI melayangkan ultimatum pada Presiden SBY pada 20 Februari 2013 dengan batas waktu hingga 24 Maret 2013 mendatang agar melakukan nasionalisasi migas dan tambang, memprioritaskan penuntasan kasus korupsi besar seperti skandal bailout Century, BLBI, Hambalang, dan kasus lawas IT KPU.

Selain itu, MKRI juga menuntut pemerintah menghentikan liberalisasi impor, menurunkan harga bahan pokok, dan menghentikan segala bentuk kekerasan serta pelanggaran HAM. Sejumlah aktivis yang tergabung dalam MKRI ini diantaranya adalah Fuad Bawazier, Adhie Massardi, Boni Hargens, dan Ratna Sarumpaet.
(maf)
Berita Terkait
266 Saham Terkulai,...
266 Saham Terkulai, IHSG Ditutup Anjlok 32,47 poin ke 6.277
IHSG Sulit Tembus Level...
IHSG Sulit Tembus Level 6.400, Ini Penyebabnya
233 Saham Melemah, IHSG...
233 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.324
Terkoreksi Lagi, IHSG...
Terkoreksi Lagi, IHSG Ditutup Turun 14,56 Poin ke Level 6.309
Ada Potensi Koreksi,...
Ada Potensi Koreksi, IHSG Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini
IHSG Diprediksi Bertaji,...
IHSG Diprediksi Bertaji, Pantau 6 Saham Ini
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved