Kuasai Demokrat, SBY sebaiknya jadi ketum

Sabtu, 23 Maret 2013 - 07:32 WIB
Kuasai Demokrat, SBY...
Kuasai Demokrat, SBY sebaiknya jadi ketum
A A A
Sindonews.com - Usulan Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika agar kursi ketua umum (Ketum) kembali diisi oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai sebagai sebuah sindiran.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto mengatakan, wacana yang digulirkan Gede Pasek sekilas terkesan positif tapi secara tersirat merupakan kritik halus kepada SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

"Secara substansi menohok. Maksud saya, Gede Pasek sepertinya sedang melakukan sindirian bahwa jika pun mekanisme organisasi itu sekarang secara de facto maupun de jure dikendalikan SBY. Bukankah sebaiknya SBY menjadi Ketum Demokrat aja," ujarnya kepada Sindonews, Sabtu (23/3/2013).

Terlebih dalam situasi sekarang ini, lanjutnya, turbulensi Kongres Luar Biasa (KLB) yang sebentar lagi berlangsung di Bali hanya dramaturgi dan tak memberi ruang demokratisasi di internal Partai Demokrat.

"Bukankah sebaiknya SBY jadi ketum. Jadi komentar Gede Pasek itu harus diposisikan sebagai satire sebenarnya," tandasnya

Ia menduga, wacana ini sengaja digulirkan sebagai kritik atas dinamika internal Partai Demokrat yang sangat mungkin dianggap oleh beberapa pihak di internal partai berlambang mercy dianggap berpotensi tak demokratis.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika melihat kader Demokrat belum siap menjalankan demokrasi substansial sehingga perlu dipikirkan di internal partainya terkait demokrasi terpimpin.

"Saya mengusulkan ke depan dilakukan demokrasi terpimpin di Demokrat. Sehingga jelas otoritasnya dimana," ujar Pasek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 18 Maret 2013.

Selain itu, Ketua Komisi III DPR ini menilai, Partai Demokrat saat ini perlu ada dekrit kembali ke AD/ART di kongres 2005. Pasalnya, struktur kepengurusan saat ini sangat gemuk sehingga menyulitkan gerak organisasi.

"AD/ART 2005 sudah berhasil menumbuhkan elektabilitas partai dengan cukup ramping dan bergerak cukup cepat," kata dia.

Kemudian, kata Pasek, saat ini yang pantas menjadi Ketua Umum Partai Demokrat adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, selain SBY tidak ada sosok yang bisa menyatukan faksi di internal Partai Demokrat.

"Hanya Pak SBY sebagai faktor perekat sementara 2015. Langsung saja dihandle oleh Pak SBY sebaga Ketum, kemudian demokrasinya terpimpin, AD/ART mengacu ke 2005," kata dia.
(kri)
Berita Terkait
Bentrok Suporter Persip...
Bentrok Suporter Persip Pekalongan dan Persibat Batang, 10 Orang Ditetapkan Tersangka
Wakil Wali Kota Pekalongan...
Wakil Wali Kota Pekalongan Tinjau Lokasi Terdampak Banjir dan Bagikan Logistik
Alquran Berbahan Marmer...
Alquran Berbahan Marmer di Pekalongan Ini Sungguh Indah
Bawaslu Pekalongan Kembali...
Bawaslu Pekalongan Kembali Aktifkan Pengawasan Ad Hoc
Tampang Perampok Penganiaya...
Tampang Perampok Penganiaya Wanita Pemilik Salon yang Ternyata Kekasih Korban
Viral Berenang Tanpa...
Viral Berenang Tanpa Busana di Air Mancur Alun-Alun Kajen, Pelaku Ngaku Mabuk Kecubung
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved