Sutan: Demokrat pilih pemimpin yang BBM bukan SDM
Jum'at, 24 Mei 2013 - 14:34 WIB
Sutan: Demokrat pilih pemimpin yang BBM bukan SDM
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrat akan segera menggelar konvensi untuk menjaring bakal calon presiden (Capres) di Pemilu 2014. Ada istilah unik yang digunakan sebagai kriteria Capres Partai Demokrat.
Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menuturkan, pada konvensi nanti partainya akan memilih capres yang bersih, berani dan merakyat atau disingkat BBM.
"Jadi, dipilihlah pemimpin yang BBM, bukan SDM. BBM itu bersih, berani merakyat, itu kita pilih. Jangan SDM, Selamatkan Diri Masing-masing," ujar Sutan di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Jumat (24/5/2013).
Oleh karena itu, dia menambahkan bahwa capres pilihan Partai Demokrat di konvensi nantinya bukan muka lama.
"Jadi, konvensi Partai Demokrat ini menurut saya, keluar mencari tokoh muda, yang bersih, yang belum pernah dicalonkan. Jadi keluar dari 4 L, lo lagi lo lagi,"katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, bahwa tidak ada mekanisme pendaftaran di dalam konvensi Partai Demokrat nantinya.
"Konvensi itu nanti untuk melihat dan memantau tokoh-tokoh yang bisa kita majukan. Jadi, bukan pendaftaran,"pungkasnya.
Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menuturkan, pada konvensi nanti partainya akan memilih capres yang bersih, berani dan merakyat atau disingkat BBM.
"Jadi, dipilihlah pemimpin yang BBM, bukan SDM. BBM itu bersih, berani merakyat, itu kita pilih. Jangan SDM, Selamatkan Diri Masing-masing," ujar Sutan di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Jumat (24/5/2013).
Oleh karena itu, dia menambahkan bahwa capres pilihan Partai Demokrat di konvensi nantinya bukan muka lama.
"Jadi, konvensi Partai Demokrat ini menurut saya, keluar mencari tokoh muda, yang bersih, yang belum pernah dicalonkan. Jadi keluar dari 4 L, lo lagi lo lagi,"katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, bahwa tidak ada mekanisme pendaftaran di dalam konvensi Partai Demokrat nantinya.
"Konvensi itu nanti untuk melihat dan memantau tokoh-tokoh yang bisa kita majukan. Jadi, bukan pendaftaran,"pungkasnya.
(kri)