Achsanul Qosasi tetap dukung Marzuki Alie
Selasa, 19 Maret 2013 - 07:02 WIB
Achsanul Qosasi tetap dukung Marzuki Alie
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPR yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie akan maju pada bursa pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat. Namun, posisinya di DPR menjadi kontradiktif saat Marzuki menyatakan akan maju sebagai Ketum Demokrat itu.
Kendati demikian, menurut Ketua DPP Partai Demokrat Achsanul Qosasi, hal tersebut bukanlah menjadi batu sandungan untuk pria kelahiran 6 November 1955 itu. Pasalnya, di mata Achsanul, sosok marzuki tepat menjadi Ketum Demokrat.
"Ini bukan bicara jabatan. Tetapi, lebih kepada kecepatan kerja. Karena, dia (Marzuki) itu kalau berkerja cepat, cocok untuk partai saat ini," katanya saat dihubungi Sindonews, Selasa (19/3/2013).
Pada kesempatan itu dia mengatakan, posisi yang pernah diemban Marzuki sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat periode 2004-2009 menjadi salah satu faktor yang paling mendukungnya maju sebagai Demokrat I.
"Selain itu dia (Marzuki) lebih menguasai DPC. Karena, Marzuki mantan sekjen. Jadi dia yang dulunya menandatangani surat keputusan DPC-DPC," kata angggota Komisi XI DPR ini.
Maka itu, dia mengatakan, tetap akan mendukung Marzuki Alie pada KLB yang akan digelar di Bali mendatang. Walaupun Marzuki pernah kalah di Kongres Demokrat Bandung, Jawa Barat, oleh Anas Urbaningrum. Pihaknya tetap optimis dengan kondisi partai yang sedang terpuruk seperti sekarang ini.
"Yah tetap yakin, karena dia (Marzuki) sosok yang seorang pekerja cepat," katanya.
Sebagaimana diketahui, Marzuki Alie merupakan salah satu kandidat internal pada KLB Partai Demokrat untuk menjadi Ketum partai tersebut.
Selain itu ada Wasekjen Demokrat Saan Mustopa, mantan Ketum Demokrat Hadi Utomo, istri Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Ani Yudhoyono, dan putra bungsu SBY, yang juga Sekjen Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
Kemudian mantan Ketua DPC Cilacap Tri Dianto yang juga akan maju sebagai Demokrat I untuk meramaikan bursa calon Ketum, serta Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua akan maju sebagai calon Ketum Demokrat.
Sementara, dari kalangan eksternal Partai Demokrat muncul nama yang juga adik ipar dari SBY, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Pramono Edhie, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Menkopolhukam Djoko Suyanto.
Kendati demikian, menurut Ketua DPP Partai Demokrat Achsanul Qosasi, hal tersebut bukanlah menjadi batu sandungan untuk pria kelahiran 6 November 1955 itu. Pasalnya, di mata Achsanul, sosok marzuki tepat menjadi Ketum Demokrat.
"Ini bukan bicara jabatan. Tetapi, lebih kepada kecepatan kerja. Karena, dia (Marzuki) itu kalau berkerja cepat, cocok untuk partai saat ini," katanya saat dihubungi Sindonews, Selasa (19/3/2013).
Pada kesempatan itu dia mengatakan, posisi yang pernah diemban Marzuki sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat periode 2004-2009 menjadi salah satu faktor yang paling mendukungnya maju sebagai Demokrat I.
"Selain itu dia (Marzuki) lebih menguasai DPC. Karena, Marzuki mantan sekjen. Jadi dia yang dulunya menandatangani surat keputusan DPC-DPC," kata angggota Komisi XI DPR ini.
Maka itu, dia mengatakan, tetap akan mendukung Marzuki Alie pada KLB yang akan digelar di Bali mendatang. Walaupun Marzuki pernah kalah di Kongres Demokrat Bandung, Jawa Barat, oleh Anas Urbaningrum. Pihaknya tetap optimis dengan kondisi partai yang sedang terpuruk seperti sekarang ini.
"Yah tetap yakin, karena dia (Marzuki) sosok yang seorang pekerja cepat," katanya.
Sebagaimana diketahui, Marzuki Alie merupakan salah satu kandidat internal pada KLB Partai Demokrat untuk menjadi Ketum partai tersebut.
Selain itu ada Wasekjen Demokrat Saan Mustopa, mantan Ketum Demokrat Hadi Utomo, istri Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Ani Yudhoyono, dan putra bungsu SBY, yang juga Sekjen Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
Kemudian mantan Ketua DPC Cilacap Tri Dianto yang juga akan maju sebagai Demokrat I untuk meramaikan bursa calon Ketum, serta Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua akan maju sebagai calon Ketum Demokrat.
Sementara, dari kalangan eksternal Partai Demokrat muncul nama yang juga adik ipar dari SBY, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Pramono Edhie, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Menkopolhukam Djoko Suyanto.
(mhd)