SBY sedang lancarkan politik rangkul lawan
Rabu, 13 Maret 2013 - 21:32 WIB
SBY sedang lancarkan politik rangkul lawan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai mulai gencar merangkul orang-orang yang selama ini mengkritisinya. Termasuk pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum lama ini, adalah salah satu cara SBY merangkul lawan.
Pengamat Politik, Burhanudin Muhtadi menilai baik SBY maupun Prabowo memiliki kepentingan sehingga sepakat untuk menjadwalkan pertemuan.
"Jadi sebenarnya begini, SBY dengan Prabowo. Yang saya tahu Prabowo yang paling ingin bertemu, tetapi bukan berarti SBY tanpa kepentingan," kata Burhanudin saat berbincang dengan wartawan di Le Meridien Hotel, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2013).
Khusus untuk SBY menurut dia, kepala negara bertujuan untuk merangkul lawan politiknya agar tidak mengkritisi kinerja yang selama ini dilaksanakan dan melakukan hal sebaliknya.
"Dia (SBY) saya kira sedang melakukan politik merangkul lawan dengan harapan mereka yang setelah bertemu SBY diharapkan lebih lunak, lebih soft. Banyak puji-pujian ke SBY, ini sebenarnya gaya lama dari SBY," ujar Burhanudin.
"Tetapi saat yang sama SBY juga mempertarungkan juga pasca 2014, dia akan melakukan pendekatan pada calon-calon yang akan maju di 2014 setidaknya ada jaminan setelah 2014 tidak ada persoalan terkait masa pemerintahan SBY, salah satunya dengan melakukan pendekatan kepada mereka yang akan maju di 2014," lanjutnya.
Sedangkan Prabowo, dinilai Burhanudin ingin mendapat dukungan dari SBY. Mengingat elektoral partai yang dibesutnya masih belum mencukupi ambang batas presiden.
"Sementara Prabowo sendiri banyak untungnya, dia tentu ingin dapat dukungan SBY terutama (Partai Demokrat) yang belum punya calon, mengingat dari tingkat elektoral mereka (Gerindra) masih di bawah terutama dia punya calon presiden sebagai Prabowo yang butuhkan parpol lain untuk dapatkan ambang batas presiden," tukasnya.
Pengamat Politik, Burhanudin Muhtadi menilai baik SBY maupun Prabowo memiliki kepentingan sehingga sepakat untuk menjadwalkan pertemuan.
"Jadi sebenarnya begini, SBY dengan Prabowo. Yang saya tahu Prabowo yang paling ingin bertemu, tetapi bukan berarti SBY tanpa kepentingan," kata Burhanudin saat berbincang dengan wartawan di Le Meridien Hotel, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2013).
Khusus untuk SBY menurut dia, kepala negara bertujuan untuk merangkul lawan politiknya agar tidak mengkritisi kinerja yang selama ini dilaksanakan dan melakukan hal sebaliknya.
"Dia (SBY) saya kira sedang melakukan politik merangkul lawan dengan harapan mereka yang setelah bertemu SBY diharapkan lebih lunak, lebih soft. Banyak puji-pujian ke SBY, ini sebenarnya gaya lama dari SBY," ujar Burhanudin.
"Tetapi saat yang sama SBY juga mempertarungkan juga pasca 2014, dia akan melakukan pendekatan pada calon-calon yang akan maju di 2014 setidaknya ada jaminan setelah 2014 tidak ada persoalan terkait masa pemerintahan SBY, salah satunya dengan melakukan pendekatan kepada mereka yang akan maju di 2014," lanjutnya.
Sedangkan Prabowo, dinilai Burhanudin ingin mendapat dukungan dari SBY. Mengingat elektoral partai yang dibesutnya masih belum mencukupi ambang batas presiden.
"Sementara Prabowo sendiri banyak untungnya, dia tentu ingin dapat dukungan SBY terutama (Partai Demokrat) yang belum punya calon, mengingat dari tingkat elektoral mereka (Gerindra) masih di bawah terutama dia punya calon presiden sebagai Prabowo yang butuhkan parpol lain untuk dapatkan ambang batas presiden," tukasnya.
(lns)