Banyak program pengentasan kemiskinan tak tepat sasaran

Rabu, 13 Maret 2013 - 18:47 WIB
Banyak program pengentasan...
Banyak program pengentasan kemiskinan tak tepat sasaran
A A A
Sindonews.com - Efektivitas program pengentasan kemiskinan di Indonesia perlu ditinjau, hal ini terkait dengan peningkatan anggaran. Di mana terhitung sejak tahun 2004 hingga 2011, anggaran pemerintah untuk program pengentasan kemiskinan mencapai 400 persen.

Namun, sejak 2004 hingga 2010, angka kemiskinan hanya turun 3,37 persen. Hal itu berarti hanya terjadi penurunan angka kemiskinan 0,56 persen per tahun.

“Ironis, jika penurunan angka kemiskinan masih berlangsung sama hingga 2015, maka perkiraan angka kemiskinan di Indonesia masih 11,08 persen. Angka ini tentu masih jauh dari target pencapaian MDGs sebesar 7,5 persen,” ujar anggota Tim Peneliti Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM Prof Dr Susetiawan di Sekolah Pascasarjana UGM, di Yogyakarta, Rabu (13/3/2013).

Susetiawan memaparkan, dari hasil penelitian evaluasi efektivitas program pengentasan kemiskinan di 15 kabupaten/kota di Indonesia. Peninjauan efektivitas program pengentasan kemiskinan di Indonesia diperlukan, sebab banyak pihak perlu tahu seberapa besar program pengentasan kemiskinan efektif dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan.

Dia menilai, program pengentasan kemiskinan selama ini tidak memberi efek bagi peningkatan kualitas hidup orang miskin.

"Sementara itu, dana yang dipakai untuk program-program pengentasan kemiskinan berasal dari hutang. Sungguh tidak etis rasanya jika penanganan kemiskinan dengan hutang. Dana bersumber dari hutang mestinya diperlukan untuk meningkatkan skala usaha yang ada profitnya,” tambahnya.

Menurut Susetiawan, sebanyak 300 juta penduduk Indonesia jika mau bersama-sama melakukan, tentu tidak terjadi orang miskin. Karena sebenarnya orang miskin yang ada di dalam masyarakat selalu dihidupi oleh community-nya. “Oleh karena itu, mana sih sesungguhnya yang mau ditangani oleh negara,” ungkapnya.

Susetiawan berpendapat, penanganan kemiskinan sudah saatnya tidak lagi terpusat, namun terdesentralisasi. Desentralisasi pengentasan kemiskinan tidak hanya di permasalahan implementasi, namun termasuk pula pendataan terhadap orang miskin itu sendiri.

“Yang penting bagaimana para pengentas kemiskinan berpikir bagaimana memahami kondisi masyarakat, bukan menjadikan program kemiskinan sebagai sebuah proyek,” imbuhnya.
(maf)
Berita Terkait
Kenalkan Budaya Nusantara,...
Kenalkan Budaya Nusantara, Perinma Gelar This is Indonesia
KEN 2024 Resmi Digelar,...
KEN 2024 Resmi Digelar, Hadirkan Ragam Parade Festival Seni dan Budaya Indonesia
Jelaskan Tarian Nusantara...
Jelaskan Tarian Nusantara kepada Jokowi, Butet Kartaredjasa: Bangun Akar dan Budaya
Tujuh Tari Tradisional...
Tujuh Tari Tradisional Asal Indonesia yang Mendunia
Satukan Kebudayaan di...
Satukan Kebudayaan di IKN, Festival Harmoni Budaya Nusantara 2024 Resmi Ditutup
Jagantara Hadirkan Pasar...
Jagantara Hadirkan Pasar Rakyat di Tengah Mal, Nostalgia Jajanan Masa Kecil
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved