Pilih orang luar pengganti Anas, Demokrat krisis kader
Kamis, 14 Maret 2013 - 08:04 WIB
Pilih orang luar pengganti Anas, Demokrat krisis kader
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, sejumlah nama mencuat baik dari internal maupun eksternal untuk mengisi posisi Ketua Umum (Ketum) Partai berlambang mercy ini.
Khusus untuk eksternal beredar nama Kepala Staf Angkatan Daerah (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan.
Bagaimana peluang orang luar untuk mengisi kursi Ketum yang ditinggal Anas Urbaningrum? Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi menilai, kemungkinan terpilihnya dari kalangan eksternal itu terbuka lebar. Tapi, dampaknya pada citra Partai tersebut.
"Potensi tersebut besar yah, hanya apakah Partai Demokrat tidak memiliki kader yang layak untuk maju?" ujarnya kepada Sindonews, Kamis (14/3/2013).
Meski berpeluang diisi orang luar, hal tersebut dinilai akan menjadi preseden buruk buat Partai Demokrat dan partai lainnya dalam melakukan pergantian posisi ketum dengan cara-cara yang menyimpang dari khitahnya sebagai partai politik.
"Ada yang relatif kuat misalnya Pramono Edhie yang baru akan pensiun (bulan) Mei nanti. Tapi sekali lagi bisa jadi menyodorkan orang di luar internal akan meredakan ketegangan dan konflik yang ada."
"Tapi sekali lagi risikonya besar bagi Demokrat dan menjadi bom waktu. Yang sewaktu-waktu akan meledak dan menghancurkan tatanan internal Demokrat sendiri," sambungnya.
Muradi menambahkan, pertanyaan renungan yang harus dijawab Partai Demokrat adalah, apakah dengan menyodorkan calon ketum dari luar mampu membawa iklim yang lebih baik atau sebaliknya? Baginya, tidak pernah ada jaminan hal tersebut dapat terjadi.
"Setidaknya dari beberapa contoh mendudukkan para mantan jenderal menjadi ketua di sejumlah DPD juga tidak menjamin Demokrat lebih baik atau calon dari eksternal dapat membawa Demokrat lebih baik. Satu-satunya cara menyelamatkan Demokrat adalah para kader Demokrat itu sendiri," pungkasnya.
Khusus untuk eksternal beredar nama Kepala Staf Angkatan Daerah (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan.
Bagaimana peluang orang luar untuk mengisi kursi Ketum yang ditinggal Anas Urbaningrum? Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi menilai, kemungkinan terpilihnya dari kalangan eksternal itu terbuka lebar. Tapi, dampaknya pada citra Partai tersebut.
"Potensi tersebut besar yah, hanya apakah Partai Demokrat tidak memiliki kader yang layak untuk maju?" ujarnya kepada Sindonews, Kamis (14/3/2013).
Meski berpeluang diisi orang luar, hal tersebut dinilai akan menjadi preseden buruk buat Partai Demokrat dan partai lainnya dalam melakukan pergantian posisi ketum dengan cara-cara yang menyimpang dari khitahnya sebagai partai politik.
"Ada yang relatif kuat misalnya Pramono Edhie yang baru akan pensiun (bulan) Mei nanti. Tapi sekali lagi bisa jadi menyodorkan orang di luar internal akan meredakan ketegangan dan konflik yang ada."
"Tapi sekali lagi risikonya besar bagi Demokrat dan menjadi bom waktu. Yang sewaktu-waktu akan meledak dan menghancurkan tatanan internal Demokrat sendiri," sambungnya.
Muradi menambahkan, pertanyaan renungan yang harus dijawab Partai Demokrat adalah, apakah dengan menyodorkan calon ketum dari luar mampu membawa iklim yang lebih baik atau sebaliknya? Baginya, tidak pernah ada jaminan hal tersebut dapat terjadi.
"Setidaknya dari beberapa contoh mendudukkan para mantan jenderal menjadi ketua di sejumlah DPD juga tidak menjamin Demokrat lebih baik atau calon dari eksternal dapat membawa Demokrat lebih baik. Satu-satunya cara menyelamatkan Demokrat adalah para kader Demokrat itu sendiri," pungkasnya.
(kri)