Pengakuan SBY setelah Anas berhenti dari Ketum Demokrat

Minggu, 03 Maret 2013 - 14:17 WIB
Pengakuan SBY setelah...
Pengakuan SBY setelah Anas berhenti dari Ketum Demokrat
A A A
Sindonews.com -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menanggapi seputar polemik yang terjadi setelah Anas Urbaningrum menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat.

“Barangkali rakyat indonesia ingin mendengar pernyataan saya menyangkut apa yang terjadi berkaitan dinamika dan perkembangan politik terkini," ujar SBY di bandara Halim Perdanakusuma, Minggu (3/3/2013).

Pada kesempatan itu dia menyampaikam alasan dirinya baru memberi komentar seputar polemik tersebut. Dia berpendapat, selama ini tidak engin disebut sebagai pemimpin yang bersifat reaksioner.

"Sebutlah 10 hari terakhir ini barangkali Ini pernyataan saya setelah 9 hari tidak mengeluarkan pernyataan apapun karena saya pandang tidak diperlukan dan Saya dari dulu memilih tidak ingin reaktif dan mengeluarkan pernyataan yang tidak diperlukan,“ tukasnya.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menegaskan, dirinya merasa perlu meluruskan seputar polemik tersebut. “Setelah 9 hari saya diam ada baiknya ada rumor fitnah berita aneh yang saya biarkan. Kalau saya tidak mengeluarkan statement seperti ini dikira benar,“ ungkapnya.

Sekadar informasi, dalam wawancara dengan RCTI, Rabu 27 Februari 2013 dini hari. Anas mengungkapkan pernah ikut dalam pertemuan antara Amir Syamsudin yang kala itu Sekretaris Dewan Kehormatan dengan Nazaruddin terkait kasus Hambalang.

Dalam sesi wawancara itu, Anas disinggung apakah Ibas ikut menerima aliran dana Hambalang, namun Anas mengatakan Amir lah yang paling pas untuk menjelaskannya.

Anas juga menyebutkan, penjelasan Nazarudin terkait aliran uang Hambalang cukup mengejutkan. Menurut dia, beberapa orang memang turut menikmati uang Hambalang, tetapi dia tidak menyebutkan nama-nama itu.
(mhd)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Komjak Bakal Awasi Penanganan...
Komjak Bakal Awasi Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Prabowo: Pemimpin yang...
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pemimpin Pengkhianat
PAN dan PDIP Desak Febrie...
PAN dan PDIP Desak Febrie Adriansyah Dihukum Mati, Gerindra Dorong Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Secara Maksimal
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved