Konflik Demokrat akan berimbas pada parpol lain
Jum'at, 01 Maret 2013 - 07:29 WIB
Konflik Demokrat akan berimbas pada parpol lain
A
A
A
Sindonews.com - Konflik yang dialami Partai Demokrat rupanya tidak hanya akan berdampat pada suaranya di Pemilu 2014 mendatang. Tapi juga terhadap partai politik (parpol) yang ada di Indonesia.
"Sengketa yang ada di tubub Partai Demokrat tidak hanya berimbas pada partai tersebut. Tapi pada semua partai yang ada di Indonesia, karena ini merupakan perseteruan politik," kata pengamat politik Universitas Indonesia Maswadi Rauf saat dihubungi Sindonews, Jumat (1/3/2013).
Di mengatakan, perseteruan elite di Partai Demokrat merupakan hal yang memalukan. Karena itu, akan berdampak kepada politik nasional. Dikarenakan, Demokrat merupakan partai pemenang pemilu dua kali berturut-turut.
"Sengketa antar elite politik, yang berdampat pada semua partai," ujar guru besar UI itu.
Pada kesempatan itu dia mengatakan, perseteruan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan mantan ketua umumnya Anas Urbaningrum membuat ketidak jelasan, karena sama-sama menyerang. Ini akan menurunkan kepercayaan publik terhadap parpol yang ada.
"Jangan dipikir rakyat tidak memikirkan perseteruan keduanya, rakyat lagi bingung. Keduanya saling serang. Ini menyebabkan ketidak jelasan, rame-rame seperti ini akan merusak politik kita," tandasnya.
"Sengketa yang ada di tubub Partai Demokrat tidak hanya berimbas pada partai tersebut. Tapi pada semua partai yang ada di Indonesia, karena ini merupakan perseteruan politik," kata pengamat politik Universitas Indonesia Maswadi Rauf saat dihubungi Sindonews, Jumat (1/3/2013).
Di mengatakan, perseteruan elite di Partai Demokrat merupakan hal yang memalukan. Karena itu, akan berdampak kepada politik nasional. Dikarenakan, Demokrat merupakan partai pemenang pemilu dua kali berturut-turut.
"Sengketa antar elite politik, yang berdampat pada semua partai," ujar guru besar UI itu.
Pada kesempatan itu dia mengatakan, perseteruan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan mantan ketua umumnya Anas Urbaningrum membuat ketidak jelasan, karena sama-sama menyerang. Ini akan menurunkan kepercayaan publik terhadap parpol yang ada.
"Jangan dipikir rakyat tidak memikirkan perseteruan keduanya, rakyat lagi bingung. Keduanya saling serang. Ini menyebabkan ketidak jelasan, rame-rame seperti ini akan merusak politik kita," tandasnya.
(mhd)