Anas: Dalam kondisi ini, saya diajarkan banyak sabar & salat
Kamis, 28 Februari 2013 - 00:52 WIB
Anas: Dalam kondisi ini, saya diajarkan banyak sabar & salat
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum akhirnya bersedia menemui awak media setelah sempat tertutup dalam beberapa hari terakhir. Dia pun sempat berbagi cerita tetang perasaannya setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut bekas Ketua Pengurus Besar HMI ini, di saat situasi sulit dirinya merasa telah diajarkan untuk dapat bersabar.
"Yang terpenting untuk saya, dalam situasi sulit seperti ini saya harus dapat banyak bersabar," kata Anas kepada wartawan di kediamannya, Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (27/2/2013) malam.
Tak hanya kesabaran yang harus dirinya terapkan, namun, kata pria asal Blitar, Jawa Timur ini juga diminta untuk tidak meninggalkan salatnya sebagai umat muslim.
"Tak hanya sabar, dalam situasi seperti ini saya juga diajarkan untuk harus banyak salat," tandasnya.
Sekadar informasi, pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK Anas Urbaningrum secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Dalam masalah hukum yang menimpanya, Anas sejak awal tidak pernah menduga akan menjadi tersangka dalam kasus proyek pembangunan Sport Center di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Tetapi kejadian itu berbalik ketika adanya desakan status hukum dirinya oleh KPK terkait proyek yang menghabiskan anggaran senilai Rp1,2 triliun itu.
"Sejak awal saya meyakini bahwa saya tidak akan punya status hukum di KPK, mengapa, karena saya yakin KPK bekerja independen mandiri, dan profesional. Karena saya yakin KPK tidak bisa ditekan oleh opini dn hal lain di luar opini, termasuk tekanan dari kekuatan sebesar apapun itu," kata Anas dalam konferensi persnya di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat No 7, Salemba, Jakarta Pusat.
"Saya baru mulai berpikir saya akan punya status hukum di KPK, ketika ada semacam desakan, agar KPK memperjelas status saya, kalau benar katakan benar kalau salah katakan salah," kata Anas.
Menurut bekas Ketua Pengurus Besar HMI ini, di saat situasi sulit dirinya merasa telah diajarkan untuk dapat bersabar.
"Yang terpenting untuk saya, dalam situasi sulit seperti ini saya harus dapat banyak bersabar," kata Anas kepada wartawan di kediamannya, Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (27/2/2013) malam.
Tak hanya kesabaran yang harus dirinya terapkan, namun, kata pria asal Blitar, Jawa Timur ini juga diminta untuk tidak meninggalkan salatnya sebagai umat muslim.
"Tak hanya sabar, dalam situasi seperti ini saya juga diajarkan untuk harus banyak salat," tandasnya.
Sekadar informasi, pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK Anas Urbaningrum secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Dalam masalah hukum yang menimpanya, Anas sejak awal tidak pernah menduga akan menjadi tersangka dalam kasus proyek pembangunan Sport Center di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Tetapi kejadian itu berbalik ketika adanya desakan status hukum dirinya oleh KPK terkait proyek yang menghabiskan anggaran senilai Rp1,2 triliun itu.
"Sejak awal saya meyakini bahwa saya tidak akan punya status hukum di KPK, mengapa, karena saya yakin KPK bekerja independen mandiri, dan profesional. Karena saya yakin KPK tidak bisa ditekan oleh opini dn hal lain di luar opini, termasuk tekanan dari kekuatan sebesar apapun itu," kata Anas dalam konferensi persnya di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat No 7, Salemba, Jakarta Pusat.
"Saya baru mulai berpikir saya akan punya status hukum di KPK, ketika ada semacam desakan, agar KPK memperjelas status saya, kalau benar katakan benar kalau salah katakan salah," kata Anas.
(lns)