Mubarok: Posisi Anas akan diisi pelaksana tugas

Sabtu, 23 Februari 2013 - 21:43 WIB
Mubarok: Posisi Anas...
Mubarok: Posisi Anas akan diisi pelaksana tugas
A A A
Sindonews.com - Setelah Anas Urbaningrum mundur dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat secara otomatis pucuk kepemimpinan partai berlambang mercy ini kosong. Untuk mengisi posisi tersebut Majelis Tinggi Partai Demokrat kemungkinan akan menunjuk pelaksana tugas (Plt).

"Akan menetapkan pelaksana tugas. Batas waktunya belum ditentukan, menunggu keputusan Majelis Tinggi," kata Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok saat dihubungi Sindonews, Sabtu (23/2/2013).

Menurutnya, langkah Anas Urbaningrum melepaskan jabatan ketua umum Partai Demokrat telah sesuai dengan pakta integritas Partai Demokrat. Dengan mengundurkan diri, Anas dinilainya bisa fokus menghadapi proses hukum di KPK.

"Pengunduran diri Pak Anas sudah sesuai dengan pakta integritas, selanjutnya tinggal fokus menghadapi proses hukum," ujarnya.

Namun, ia menegaskan, bahwa Anas Urbaningrum masih menjadi kader Partai Demokrat. Mundur dari posisi ketua umum tidak otomatis langsung keluar dari keanggotaan di Partai Demokrat.

"Anas hanya mundur dari posisi ketua bukan mundur dari anggota Partai Demokrat. Almamater yang dilepas itu merupakan jaket ketua umum," ujarnya.

Sebelumnya, Anas mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, ini tidak lepas dari penetapan status tersangka dirinya oleh KPK dalam dugaan kasus proyek pembangunan sport center di Bukit Hambalang, Bogor.

"Karena saya sudah punya status hukum sebagai tersangka, meskipun saya yakin posisi saya sebagai tersangka lebih karena faktor non hukum yang saya yakini, tetapi saya punya standar etik pribadi," kata Anas dalam konferensi persnya di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat No 7, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2013).

"Standar etik pribadi saya, kalau saya punya status hukum sebagai tersangka, maka saya akan berhenti sebagai ketua umum Partai Demokrat. Ini bukan soal jabatan dan posisi ini soal standar etik, standar etik pribadi saya alhamdulillah cocok dengan pakta integritas yang diterapkan di Partai Demokrat."

"Saya sendiri sudah tandatanganin pakta integritas. Dengan atau tanpa pakta integritas, standar etik saya merasakan hal yang sama saya berhenti sebagai ketua umum Partai Demokrat," kata Anas.
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved