Ini alasan Polri terkait harga anjing & kuda
Rabu, 20 Februari 2013 - 16:41 WIB
Ini alasan Polri terkait harga anjing & kuda
A
A
A
Sindonews.com - Mabes Polri menilai, anggaran untuk pembelian anjing dan kuda sebagai fasilitas operasional pengamanan polisi, sudah sesuai standar.
Direktorat Polisi Satwa Polri, Brigjen Mahfud Arifin mengatakan, harga tersebut sesuai dengan kualitas anjing dan kuda.
"Kuda berkualitas memang jauh lebih mahal dari kuda biasa, bahkan ada Rp1 miliar per ekornya. Selain itu anjing kan enggak bisa diajak KKN, kalau penjahat pasti langsung ditangkap," ucapnya, dalam acara dialog di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/02/2013).
Mahfud menjelaskan tidak mudah dalam memilih satwa anjing yang berkualitas. Karena itu, kepolisian memiliki tim khusus untuk mendatangkan satwa dari Belanda, pasalnya, satwa ini bukan barang yang sudah jadi.
"Kalau barang jadi bakal mahal sekali, tim selektor Polri cukup melihatnya dari kemampuan dasar, ketaatan atau potensi mendasar. Barulah nanti dilatih kekhususan seperti mendeteksi narkoba, bom, dan lain-lain," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, yang menjadi faktor tingginya harga satwa anjin dan kuda itu adalah karena satwa tersebut tidak bisa dikembangbiakan atau dikawinkan silang supaya dapat jenis berkualitas.
"Di luar negeri, anjing dikebiri tidak bisa dikembangbiakkan, untuk itulah nilainya mahal. Untuk memelihara anjing yang berkualitas, makanannya anjing bisa lebih mahal ketimbang makan pawangnya," pungkasnya.
Seperti diketahui, Polri membelanjakan dana lebih dari Rp16,65 miliar untuk membeli anjing dan kuda dari Belanda. Jumlah yang dibeli Polri sebanyak 90 ekor. Sedangkan harga anjing per ekor Rp150 juta dan tujuh ekor kuda, harga per ekornya Rp450 juta per ekor.
Direktorat Polisi Satwa Polri, Brigjen Mahfud Arifin mengatakan, harga tersebut sesuai dengan kualitas anjing dan kuda.
"Kuda berkualitas memang jauh lebih mahal dari kuda biasa, bahkan ada Rp1 miliar per ekornya. Selain itu anjing kan enggak bisa diajak KKN, kalau penjahat pasti langsung ditangkap," ucapnya, dalam acara dialog di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/02/2013).
Mahfud menjelaskan tidak mudah dalam memilih satwa anjing yang berkualitas. Karena itu, kepolisian memiliki tim khusus untuk mendatangkan satwa dari Belanda, pasalnya, satwa ini bukan barang yang sudah jadi.
"Kalau barang jadi bakal mahal sekali, tim selektor Polri cukup melihatnya dari kemampuan dasar, ketaatan atau potensi mendasar. Barulah nanti dilatih kekhususan seperti mendeteksi narkoba, bom, dan lain-lain," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, yang menjadi faktor tingginya harga satwa anjin dan kuda itu adalah karena satwa tersebut tidak bisa dikembangbiakan atau dikawinkan silang supaya dapat jenis berkualitas.
"Di luar negeri, anjing dikebiri tidak bisa dikembangbiakkan, untuk itulah nilainya mahal. Untuk memelihara anjing yang berkualitas, makanannya anjing bisa lebih mahal ketimbang makan pawangnya," pungkasnya.
Seperti diketahui, Polri membelanjakan dana lebih dari Rp16,65 miliar untuk membeli anjing dan kuda dari Belanda. Jumlah yang dibeli Polri sebanyak 90 ekor. Sedangkan harga anjing per ekor Rp150 juta dan tujuh ekor kuda, harga per ekornya Rp450 juta per ekor.
(maf)