Elit Demokrat terancam digugat sejumlah pengurus DPC

Sabtu, 16 Februari 2013 - 07:34 WIB
Elit Demokrat terancam...
Elit Demokrat terancam digugat sejumlah pengurus DPC
A A A
Sindonews.com - Petisi pemuda Demokrat yang disuarakan oleh pengurus DPC di Buol, Pasaman Barat dan Dhamasraya untuk memberikan dukungan kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningum mendapatkan respon positif dari DPC lainnya di seluruh di Indonesia.

Ketua DPC Buol Arta Razak mengatakan, komunikasi yang telah dilakukan antar DPC, semua sepakat Demokrat kembali kepada konstitusi awal. Proses penyelamatan partai bisa diterima semua pihak asalkan dilakukan secara konstitusi.

"Kami akan melakukan konsolidasi, kami juga akan melawan hal-hal yang kami nilai inkonstitusional, jika perlu kami akan bawa persoalan ini ke jalur hukum," ancam Arta Razak kepada Sindonews, Sabtu (16/2/2013).

Elit Demokrat lanjut Arta tidak boleh memanipulsa konstitusi partai, apabila Anas Urbaningrum belum jelas status hukumnya tidak ada alasan apapun untuk dilengserkan.

"Kami kader yang mencintai partai, kami tidak ingin partai yang telah dibangun ini rusak karena tindakan inkonstitusional," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pengurus DPC Partai Demokrat membentuk petisi sebagai bentuk dukungan terhadap Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Petisi terdiri lima poin itu, intinya menolak keras jika Anas Urbaningrum dilengserkan dari posisi Ketum Demokrat seperti kabar yang berbedar belakangan ini.

Petisi itu ditandatangani Ketua DPC Buol Arta Razak, Ketua DPC Pasaman Barat Yulianto, dan Ketua DPC Dharmasraya Masrigi, Jumat 15 Februari 2013.

Berikut isi petisi yang diterima Sindonews:

1. Ketua Umum Anas Urbaningrum adalah produk konstitusional Kongres Partai Demokrat II di Bandung, yang sah.

2. Melengserkan Anas Urbaningrum dari jabatan Ketum adalah inkonstitusional. Ketum Anas Urbaningrum hanya dapat diganti melalui kongres sebagai mana yang termaktub dalam AD/ART PD.

3. Menolak dan mengutuk keras upaya-upaya yang mengarah kepada pemaksaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang tidak sesuai dengan AD/ART PD.

4. Jika dalam Rapimnas pada 17 Februari mendatang ada kondisi yang mengarah pada upaya-upaya inkonstitusional, maka kami akan menyatakan walk out dan melakukan pressure massa untuk menggagalkan acara tersebut.

5. Meminta kepada Majelis Tinggi untuk mengembalikan pelaksanaan organisasi ke DPP.
(lns)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan,...
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan, UU IKN Digugat Warga Dayak ke MK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved