Anas dikorbankan demi hajat 2014

Jum'at, 15 Februari 2013 - 16:03 WIB
Anas dikorbankan demi...
Anas dikorbankan demi hajat 2014
A A A
Sindonews.com- Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum belakangan ini terus mewarnai pemberitaan di sejumlah media dikaitkan dengan kasus proyek Hambalang. Namun, hingga saat ini, status hukum Anas belum jelas. Bahkan KPK sendiri belum bisa memastikan keterlibat Anas dalam kasus tersebut.

"KPK belum punya bukti kuat untuk Anas, Anas hanya korban opini karena tingkat popularitasnya cukup tinggi, bisa jadi pesaing di 2014 nanti," ujar kuasa hukum Anas, Carrel Ticualu saat dihubungi wartawan, Jumat (15/2/2013).

Atas dasar inilah, unsur politik terus membayangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengambil keputusan kasus hukum yang dikaitkan dengan Anas. Apalagi, jika tiba-tiba lembaga antikorupsi itu menyatakan sudah menemukan alat bukit yang kuat mengenai keterlibatan Anas dalam kasus proyek Hambalang.

Bahkan, lanjut Carel, saat ini KPK tiba-tiba mengaitikan adanya dugaan gratifikasi berupa mobil merek Harrier terhadap Anas, sepeti yang diungkapkan oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Padahal, mobil tersebut dibeli Anas secara kredit.

"Anggaplah itu pemberian, kalau itu pemberian tanggalnya kapan, jangan dari tanggal BPKB karena mobil baru bisa keluar tiga bulan berikutnya," pungkasnya.

Seperti diketahui, polemik soal Anas Urbaningrum kembali memuncak setelah, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil surveinya yang menyebutkan elektabilitas Partai Demokrat menurun.

Pada hari yang sama, Minggu 3 Februari 2013 Sekretaris Mejelis Tinggi Partai Demokrat dan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, yaitu Jero Wacik dan Syariefuddin Hasan menggelar konferensi pers secara terpisah dikediamnnya masing-masing menanggapi hasil survei tersebut.

Dalam konferensi pers itu, keduanya menyampaikan pernyataan yang terkesan mengharapkan Anas Urbaningrum mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Di tengah polemik ini, kemudian beredar surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum.

Namun, pihak KPK mebantah mengenai surat tersebut. Melalui Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, disampaikan, pihaknya sempat menandatangani draf sprindik atas nama Anas Urbaningrum. Bahkan, dua unsur pimpinan KPK lainnya termasuk Abraham Samad juga ikut menandatanganinya.

Tapi, Adnan mencabut tandatangannya setelah tahu, selama ini belum ada gelar perkara kasus yang melibatkan Anas Urbaningrum. “Malam itu masuk meja saya disebut gelar perkara tanggal sekian. Saya pikir ini sudah ada gelar, maka saya paraf ternyata besok paginya saya jumpai saya diskusi dengan pimpinan lain loh ternyata belum ada gelar yang memang kita persyaratkan,“ tukas Adnan, dalam keterangan persnya di kantor KPK Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu 13 Februari 2013.
(kur)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
Demi Foto di Perbatasan...
Demi Foto di Perbatasan Lebanon, 20 Tentara Israel Mati dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved